- Gunung Bulusaraung di Sulawesi Selatan merupakan gunung karst kapur 1.353 mdpl yang menantang bagi pendaki.
- Medan pendakian dikenal curam, berbatu tajam, dan minim peneduh, membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam.
- Cuaca di area ini sangat tidak stabil, sering berubah cepat dengan potensi kabut tebal tiba-tiba di ketinggian.
Minim peneduh di beberapa segmen jalur. Jalur sempit dengan risiko terpeleset.
Pendaki disarankan menggunakan sepatu gunung dengan grip kuat serta membawa tongkat trekking untuk membantu keseimbangan.
Perjalanan menuju puncak biasanya memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam. Jumlah 9 pos pendakian.

3. Cuaca: Cepat Berubah dan Sulit Diprediksi
Baca Juga:Pramugari Esther Minta Maaf Sebelum Pesawat Jatuh, Ayah: Saya Berharap Mukjizat Tuhan
Cuaca di Gunung Bulusaraung relatif tidak stabil. Dalam satu hari, kondisi dapat berubah cukup drastis.
Pagi hari bisa cerah. Siang berkabut tebal.
Sore hingga malam berpotensi hujan dan angin kencang.
Kabut tebal sering muncul secara tiba-tiba dan dapat mengurangi jarak pandang secara signifikan, terutama di area punggungan dan mendekati puncak.
4. Vegetasi dan Lingkungan Sekitar
Baca Juga:iPhone Co Pilot Ungkap Pergerakan Smartwatch, Keluarga: Dia Masih Hidup!
Di jalur bawah hingga pertengahan, pendaki akan melewati hutan sekunder. Semak belukar khas kawasan karst.
Semakin ke atas, vegetasi mulai menipis dan digantikan oleh batuan terbuka.
Kondisi ini membuat pendaki lebih terekspos terhadap panas matahari dan angin.
5. Pemandangan: Panorama Karst Maros–Pangkep dari Ketinggian
Salah satu daya tarik utama Gunung Bulusaraung adalah pemandangan di sekelilingnya.
Dari ketinggian, pendaki dapat menyaksikan hamparan pegunungan karst Maros–Pangkep