Surat Lusuh Warga Sinjai Minta Beras dan Garam, 7 Hari Tak Makan Nasi Anak Sakit

Penulis mengaku sudah beberapa hari tidak makan nasi dan meminta dipinjamkan beras

Muhammad Yunus
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:47 WIB
Surat Lusuh Warga Sinjai Minta Beras dan Garam, 7 Hari Tak Makan Nasi Anak Sakit
Warga di Pelosok Kabupaten Sinjai mengirim surat permintaan bantuan beras karena sudah 7 hari tidak makan nasi [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Permohonan pinjaman beras dan garam dari keluarga prasejahtera di Sinjai viral setelah diunggah Selasa, 13 Januari 2026.
  • Dinas Sosial Sinjai merespons cepat dengan menyalurkan bantuan berupa uang tunai, sembako, dan perlengkapan lain di lokasi.
  • Keluarga tersebut sudah terdata sebagai penerima PKH dan BLT Kesra, namun terkendala akses di wilayah pelosok.

Bantuan yang diberikan mencakup uang tunai, kasur lipat, selimut, serta paket sembako lengkap yang berisi beras, minyak goreng, telur, lauk-pauk, biskuit, dan makanan siap saji.

Penyaluran dilakukan langsung di lokasi untuk memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang membutuhkan.

Dinas Sosial berharap pola penjangkauan langsung seperti ini dapat terus dikembangkan agar tidak ada warga yang terlewat dari perhatian pemerintah, khususnya mereka yang tinggal jauh dari pusat layanan sosial.

Sementara itu, Kepala Desa Tompobulu, Asri juga membenarkan kondisi keluarga Reski dan Latenni.

Baca Juga:Dosen Viral Ludahi Kasir: Ternyata Belum Dipecat, Begini Nasibnya Menurut LLDIKTI

Ia menjelaskan, suaminya telah lebih dari 10 tahun tidak bekerja karena mengalami gangguan kesehatan mental. Pasangan tersebut diketahui memiliki empat orang anak.

Meski demikian, Asri menegaskan bahwa keluarga tersebut telah masuk dalam data penerima bantuan sosial pemerintah.

Sebelumnya mereka tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan saat ini menerima Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra).

"Terkait bantuan dari Dana Desa, penerima tidak boleh menerima bantuan ganda. Mereka sudah menerima BLT Kesra, sehingga tidak bisa lagi masuk sebagai penerima bantuan Dana Desa sesuai aturan yang berlaku," jelas Asri.

Ia menambahkan, pemerintah desa tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi keluarga tersebut dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi melalui program bantuan yang tersedia.

Baca Juga:9 Peristiwa Viral Mengguncang Sulawesi Selatan Selama 2025

Desa Tompobulu sendiri berjarak sekitar 32 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sinjai dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Kondisi geografis yang cukup sulit menjadi tantangan dalam penyaluran bantuan dan pendataan warga prasejahtera.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini