- Persiapan teknis pemilihan Rektor Unhas periode 2026-2030 oleh Panitia Pemilihan Rektor sudah mencapai tahap final.
- MWA memiliki dua opsi penentuan hasil: aklamasi mufakat atau melalui pemungutan suara tertutup.
- Pemilihan akan menentukan nasib tiga kandidat di hadapan 17 pemilik hak suara MWA di Jakarta.
Ketua MWA tinggal mengetok palu dan mengumumkan nama Rektor Terpilih di hadapan publik.
Skenario ini dianggap sebagai simbol soliditas internal.
Jalur voting jika opsi mufakat menemui jalan buntu, maka "adu mekanik" suara akan dimulai.
Pemungutan suara akan dilakukan secara tertutup.
Baca Juga:3 Calon Rektor Unhas Diberi Waktu 5 Menit untuk Meyakinkan MWA
Menariknya, panitia masih menyisakan satu teka-teki.
Apakah penghitungan suaranya nanti akan digelar terbuka atau tetap tertutup?
Keputusan ini masih menunggu keputusan anggota MWA.
Persiapan "Tanpa Celah"
Meski suhu politik kampus mulai menghangat, panitia memastikan urusan logistik tidak boleh terganggu.
Baca Juga:Pemilihan Rektor Unhas Periode 2026-2030 Digelar 14 Januari 2026
Ruang rapat telah didesain sedemikian rupa untuk mengakomodasi peralihan dari sifat terbuka ke tertutup dengan cepat.
"PPR sudah mengecek kesiapan pendukung, seperti ruang transit, konsumsi, hingga dokumen teknis lainnya," tambah Ishaq.
Kini, seluruh mata tertuju pada ruang rapat MWA.
Pemilihan berlangsung dalam rapat paripurna Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Sebanyak 17 pemilik hak suara akan menentukan siapa yang kelak memimpin kampus kebanggaan Indonesia Timur itu.
Apakah esok hari Unhas akan melahirkan pemimpin baru lewat musyawarah yang teduh, atau lewat drama pemungutan suara yang mendebarkan?