- Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menangis saat mengunjungi Kade Daeng Sija di Desa Julubori pada Sabtu (10/1).
- Bupati menginstruksikan evakuasi lansia miskin ekstrem untuk perawatan medis gratis dan renovasi rumah mereka.
- Tindakan langsung Pemkab Gowa bertujuan menghapus kemiskinan ekstrem serta menjamin kebutuhan pokok warga tersebut.
SuaraSulsel.id - Suasana di Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, mendadak haru pada Sabtu (10/1).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, tak mampu membendung air matanya saat melangkah masuk ke kediaman Kade Daeng Sija. Seorang warga yang hidup dalam jeratan kemiskinan ekstrem.
Kunjungan yang awalnya merupakan agenda peninjauan wilayah, berubah menjadi momen emosional.
Di dalam rumah yang jauh dari kata layak itu, Bupati Husniah mendapati kenyataan pahit.
Baca Juga:Pelantikan PPPK Pupus! Siapa Hapus Data 480 Guru Honorer Kabupaten Gowa?
Daeng Sija hidup dalam keterbatasan luar biasa bersama istrinya, Daeng Sanging, yang kini hanya bisa terbaring tak berdaya akibat serangan stroke.
Momen Haru di Balik Dinding Lapuk
Melihat kondisi pasangan lansia yang bertahan hidup di bawah atap yang hampir rubuh tanpa fasilitas kesehatan memadai, orang nomor satu di Gowa ini tampak sangat terpukul.
Sambil menyeka air mata, ia berdialog lembut dengan Daeng Sija, mencoba memberikan kekuatan di tengah penderitaan yang mereka alami.
"Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masih ada saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan uluran tangan dan perhatian serius dari pemerintah," ungkap Husniah dengan suara bergetar.
Baca Juga:Viral Ambulans Angkut Sepeda Motor, Begini Pengakuan Sopir
Evakuasi dan Bedah Rumah
Tak sekadar datang dan berempati, Bupati Husniah langsung mengambil tindakan tegas di lokasi.
Ia menginstruksikan agar pasangan lansia tersebut segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis yang layak.
Daeng Sija dan Daeng Sanging kini telah dibawa ke RSUD Syekh Yusuf untuk mendapatkan pengobatan intensif secara gratis.
Selama keduanya menjalani perawatan, Pemkab Gowa akan segera merenovasi rumah mereka agar layak dihuni saat mereka kembali nanti.
Pemkab Gowa juga telah menyiapkan paket bantuan pokok secara rutin untuk menjamin kebutuhan hidup mereka ke depan.