DPRD Soroti Penangkapan Aktivis di Morowali: 'Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas'

Ditahan di Mapolres Morowali untuk menjalani proses hukum lebih lanjut

Muhammad Yunus
Selasa, 06 Januari 2026 | 17:09 WIB
DPRD Soroti Penangkapan Aktivis di Morowali: 'Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas'
Api berkobar melahap kantor tambang milik PT Raihan Catur Putra (RCP) di Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali diduga dibakar pada Sabtu (3/1/2026) malam [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO]
Baca 10 detik
  • Polres Morowali menahan tiga terduga pelaku pembakaran kantor PT Raihan Catur Putra di Bungku Pesisir pada Sabtu malam.
  • Penangkapan sempat diwarnai perlawanan oleh salah satu pelaku menggunakan parang, melukai satu personel kepolisian.
  • DPRD Sulteng meminta polisi objektif dan transparan dalam penanganan konflik perusahaan tambang dan masyarakat setempat.

“Penangkapan ini menimbulkan kecurigaan publik terhadap proses penegakan hukum, apalagi konflik antara masyarakat dan perusahaan sudah berlangsung lama,” kata Safri.

Menurut dia peristiwa itu tidak bisa dilihat secara sepihak, karena merupakan akumulasi dari ketidakpuasan masyarakat terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai sarat persoalan.

Ia menyayangkan langkah penegakan hukum yang dinilai tidak sensitif terhadap rasa keadilan masyarakat dan berpotensi menjadi preseden buruk bagi demokrasi dan kebebasan berpendapat.

“Kami sangat menyayangkan penahanan aktivis lingkungan dan jurnalis. Ini bisa menjadi penilaian buruk bagi demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat,” ujarnya.

Baca Juga:DPRD Sulteng Soroti Penegakan Hukum 'Tebang Pilih' dalam Konflik Tambang di Morowali

Meski demikian, Safri mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan melawan hukum, termasuk aksi anarkis seperti pembakaran fasilitas perusahaan.

“Kami memahami kemarahan masyarakat, tetapi tindakan anarkis tidak dapat dibenarkan. Semua pihak harus menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum,” ucapnya.

Legislator DPRD Sulteng itu menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil, tanpa tebang pilih.

“Semua pihak memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Polisi jangan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Proses semua pihak yang terlibat, termasuk perusahaan,” kata dia.

Baca Juga:Video Penangkapan Jurnalis di Morowali Penuh Kekerasan, AJI: Berlebihan!

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini