"Terang benderang, bersih, yang saya kagum peralatan rumah sakitnya. Semuanya super modern, cathlab, MRI, CTScan, ruang operasi yang super modern, tapi mohon maaf saya juga ga mau masuk ke ruang operasi," lanjutnya.
Hingga kini pemerintah sudah membangun 8 rumah sakit besar untuk penyakit katastropik utama seperti otak, jantung, dan kanker.
Khusus di Kota Makassar, rumah sakit ini menelan anggaran sekitar Rp2 triliun lebih. Untuk bangunan fisik sebesar Rp1,56 triliun dan belanja peralatan sudah menghabiskan Rp360 miliar.
"Akan menjadi Rp520 miliar (beli peralatan). Rp2 triliun lebih khusus untuk Sulsel, Makassar dan 920 tempat tidur. Sangat besar sekali," jelasnya.
Baca Juga:Canggih dan Mewah! Begini Isi Rumah Sakit Rp2 Triliun di Kota Makassar
Sementara, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan RS Kemenkes di Makassar adalah yang ke tujuh dari 10 rumah sakit yang akan diresmikan Jokowi sebelum masa jabatannya berakhir pada bulan Oktober mendatang.
Menurut Budi, rumah sakit ini akan menampung khusus pasien penyakit kanker, stroke sama jantung yang derajat keparahannya dari daerah Maluku, Papua dan Kalimantan.
"Kita ada rumah sakit Kemenkes besar di Kalimantan, Papua dan Maluku. Tetapi untuk perawatan yang membutuhkan lebih canggih dan dokter-dokter yang lebih mumpuni kita kirim ke sini. Sehingga tidak perlu lagi didorong ke Jawa atapun ke Jakarta," ujar Budi.
Selain itu, Kemenkes juga membangun rumah sakit khusus ibu dan anak di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Ia menyebut angka kematian ibu dan anak saat ini utamanya di Indonesia Timur masih sangat tinggi.
"Dan kematian anak dan bayi itu kebanyakan karena prematur. Rumah sakit pemerintah yang ada ibu dan anaknya itu harus bisa menangani kelahiran bayi di bawah 1.000 gram," ucap Budi.
Baca Juga:BREAKING NEWS: Presiden Jokowi Batal ke Lokasi Stadion Sudiang
Dua Bakal Cagub Janji Prioritaskan Sektor Kesehatan