Hasilnya, Munafri memperoleh 40,2 persen, kemudian Indira Yusuf Ismail 28,7 persen dan terakhir Andi Seto meraih 11,9 persen. Sisanya menjawab tidak tahu/tidak jawab 19,2 persen.
Kemudian, jika nama Indira Yusuf Ismail tidak diikutkan dalam skenario dan digantikan dengan nama Rusdin Abdullah.
Maka hasilnya, Munafri Arifuddin unggul telak 49,9 persen, Rusdin Abdullah 13,9 persen, dan Andi Seto 13,7 persen. Sementara, sebanyak 22,5 persen tidak menentukan pilihan.
Skenario selanjutnya yaitu dengan menguji dua nama kandidat atau head to head. Yaitu memasangkan nama Munafri Arifuddin berhadapan dengan Indira Yusuf Ismail.
Baca Juga:PPP Mulai Sebar Baliho Indira Calon Wali Kota Makassar, Pengamat: Mereka Ingin Menang
Hasilnya, gap antara keduanya sangat signifikan yaitu terpaut 16,2 persen. Munafri unggul 47,9 persen sementara Indira Yusuf Ismail 31,7 persen. Adapun yang belum menentukan pilihan 20,3 persen.
Hasil yang hampir sama saat Munafri diujikan dengan kandidat lain. Dengan Andi Seto Gadhista Asapa misalnya.
Munafri memperoleh 56,3 persen, sedangkan Andi Seto hanya 19,8 persen. Masih ada 23,9 persen yang tidak tahu atau tidak jawab.
Begitu juga jika diuji dengan nama Rusdin Abdullah. Hasilnya, Munafri Arifuddin memperoleh 60,1 persen, sedangkan Rusdin Abdullah 17,3 persen dan sisanya tidak tahu atau tidak jawab 22,7 persen.
Juru Bicara Munafri, Andi Taufiq Aris mengatakan Munafri Arifuddin memiliki momentum baik dalam Pilkada Kota Makassar.
Baca Juga:Rudal Klaim Kunci Partai NasDem dan PAN, Siap Bertarung di Pilkada Makassar
Menurutnya elektabilitas dan popularitas yang tinggi menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat sangat baik.