Jumlah Penduduk Miskin di Sulawesi Selatan Meningkat

Hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan

Muhammad Yunus
Selasa, 07 Mei 2024 | 14:07 WIB
Jumlah Penduduk Miskin di Sulawesi Selatan Meningkat
Warga miskin di salah satu pemukiman di Kota Makassar, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

SuaraSulsel.id - Jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2023 mengalami kenaikan. Data itu merupakan hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan.

Berdasarkan hasil Susenas BPS Sulsel Maret 2023, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan berjumlah 788,85 ribu jiwa atau 8,70 persen dari total penduduk. Jumlah ini terus mengalami fluktuasi setiap tahunnya.

Dari data BPS yang dirilis Senin, 6 Mei 2024, penduduk miskin di Sulsel mengalami peningkatan secara absolut sebesar 1.141 ribu jiwa jika dibandingkan kondisi Maret 2022, yang besarnya 8,63 persen atau 777,44 ribu jiwa. Angka ini didominasi oleh persentase penduduk miskin usia 15 tahun ke atas.

Penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Selatan sebagian besar berada di daerah perdesaan. Pada Maret 2023, jumlahnya mencapai 577,37 ribu jiwa (73,19) persen.

Baca Juga:Nama-nama Anggota KPID Sulawesi Selatan Terpilih Periode 2024-2027

Sementara di daerah perkotaan hanya 211,48 ribu jiwa atau sekitar 26,81 persen. Namun, jika dibandingkan dengan Maret 2022, penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami kenaikan 2,95 ribu jiwa, sedangkan di daerah perdesaan juga naik sebesar 8,46 ribu jiwa.

Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan. Karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Dari hasil pendataan Susenas Maret 2023 di Provinsi Sulawesi Selatan didapatkan garis kemiskinan Sulawesi Selatan sebesar Rp436.025. Menurut BPS, garis kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.

"Jadi jika dibandingkan dengan tahun 2022, kenaikan garis kemiskinan di tahun 2023 adalah sebesar 9,07 persen," kata Kepala BPS Sulsel, Aryanto.

Begitu pun dengan indeks kedalaman kemiskinan mengalami kenaikan 0,21 poin yaitu dari 1,36 pada keadaan Maret 2022 menjadi 1,57 pada keadaan Maret 2023.

Baca Juga:Korban Longsor Maut di Sulsel Terus Bertambah, 14 Meninggal Dunia, 2 Orang Hilang

Demikian juga untuk indeks keparahan kemiskinan yang mengalami kenaikan sebesar 0,09 poin yaitu dari 0,32 pada keadaan Maret 2022 menjadi 0,41 pada keadaan Maret 2023.

"Angka ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin mendekati garis kemiskinan," ujar Aryanto.

Dari data BPS, inilah jumlah penduduk miskin di tiap kabupaten/kota. Tertinggi ada di kota Makassar dan terendah di kota Parepare.

1. Makassar 80,32 persen
2. Bone 80,12 persen
3. Gowa 59,10 persen
4. Jeneponto 48,32 persen
5. Luwu 47,67 persen
6. Pangkep 46,06 persen
7. Luwu Utara 40,79 persen
8. Maros 34,96 persen
9. Pinrang 34,23 persen
10. Bulukumba 30,65 persen
11. Tana Toraja 30,23 persen
12. Toraja Utara 29,14 persen
13. Wajo 27,54 persen
14. Enrekang 26,97 persen
15. Takalar 25,01 persen
16. Luwu Timur 21,57 persen
17. Sinjai 21,14 persen
18. Bantaeng 17,49 persen
19. Soppeng 17,21 persen
20. Selayar 16,89 persen
21. Sidrap 15,75 persen
22. Barru 14,88 persen
23. Palopo 14,85 peren
24. Parepare 7,98 persen

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini