Dampak kejadian banjir bandang dan longsor disebabkan intensitas hujan tinggi terjadi pada Jumat 3 Mei 2024 pukul 04.00 Wita. Tercatat sebanyak 124 KK terdampak. Kerugian material satu unit sarana pendidikan terdampak, enam unit rumah rusak berat, 118 unit rumah terendam, 26,6 hektare lahan pertanian, dan 49 ekor ternak terdampak .
Selain itu, terdapat dua dusun yakni Dusun Batu Ciak dan Dusun Palembongan di Desa Bungin, Kecamatan Bungin masih terisolasi. Kondisi saat ini jalan masuk tidak bisa tembus karena sulitnya medan serta alat berat tidak bisa masuk.
Aliran listrik dan jaringan telekomunikasi juga mati dan alat perhubungan yang digunakan saat ini menggunakan jalur komunikasi Handy Talkie (HT) milik organisasi Orari (Core).
Untuk penanganan bencana banjir dan longsor personel BPBD Kabupaten Enrekang telah melakukan kaji cepat dengan berkoordinasi bersama TNI, Polri, Pol PP, Damkar, Dinkes, Dinsos, Orari (Core), dan Kejari.
Baca Juga:Nakes Jalan Kaki Layani Warga Korban Banjir dan Longsor di Latimojong
BPBD Enrekang telah mendirikan Posko Induk Penanggulangan Bencana. Tim gabungan juga membersihkan material banjir dan longsor dengan alat berat excavator. Bupati Kabupaten Enrekang bahkan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor selama 14 hari, mulai 3-17 Mei 2024.