Petugas KKPS Jatuh Sakit di Sulawesi Selatan Bertambah Menjadi 1.290 Orang, 3 Meninggal Dunia

Pemerintah berharap tidak ada penambahan petugas yang sakit atau meninggal dunia

Muhammad Yunus
Minggu, 18 Februari 2024 | 09:17 WIB
Petugas KKPS Jatuh Sakit di Sulawesi Selatan Bertambah Menjadi 1.290 Orang, 3 Meninggal Dunia
Petugas kesehatan dari Dinkes Sulsel saat bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan penyelenggara pemilu yang memiliki keluhan kesehatan [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]

Bawaslu terus mendata hingga hari ketiga tahap penghitungan suara pada Sabtu ini, sejumlah petugas pengawas di setiap tingkatan dilaporkan sakit, kondisinya melemah hingga mengalami kecelakaan kerja saat bertugas.

"Sampai hari ini kami mendata sudah ada sebanyak 153 orang pengawas yang dinyatakan drop (kelelahan) selama bertugas sejak 14 Februari lalu. Hari ini bertambah satu orang yang meninggal dunia. Petugas panwaslu desa di Kabupaten Bone," kata mantan Ketua AJI Makassar ini.

Sebelumnya, empat orang petugas ad hoc pemilu di Sulsel dilaporkan meninggal dunia, masing-masing anggota KPPS Kota Makassar bernama Wiliam Tandi Paelongan (24 tahun) yang bertugas di TPS 007 Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, dan Daliyah Salsabila (24 tahun) yang bertugas di TPS 45 Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini. Keduanya meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit pada Kamis (15/2).

Kemudian seorang lagi anggota KPPS di TPS 001 Desa Jenne Maeja, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, bernama Aziz Dzulfiansyah (23 tahun) dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (16/2) di rumahnya, diduga juga karena mengalami kelelahan.

Baca Juga:Petugas KPPS di TPS Malalayang Satu Barat Manado Meninggal Dunia

Terakhir seorang petugas Panwaslu Desa Tebba, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, bernama Firman (56 tahun) meninggal dunia di RSUD Tenriwaru, Bone, pada Sabtu 17 Februari 2024.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini