Semenjak itulah, Anging Mamiri menjadi populer dan erat kaitannya dengan kerinduan.
Angin mamiri ku pasang
Pitujui tongtongana
Tusarua takka lupa
Eaule na mangu rangi
Tutenaya, tutenaya parisina
Baca Juga:Filosofi Hidup Siri' na Pacce Bugis Makassar Dalam Kasus Syahrul Yasin Limpo Menurut Antropolog
Batumi angin mamiri
Angin ngerang dingin-dingin
Nama lonta sari kuku Eaule na mangu rangi
Matolorang, matolorang jenemato
2. Pakarena
Pakarena diciptakan oleh Arsyad Basir dan dipopulerkan oleh Salma Rani dan Aulia Anas. Lagu daerah ini menceritakan mengenai dua penghuni negeri yang berbeda, yaitu penghuni di bumi (Lino) dan negeri kayangan (boting langi').
Secara umum, masyarakat Sulawesi Selatan mengartikan lagu ini sebagai perpisahan dua orang yang berada di negeri berbeda.
Penghuni kayangan mengajarkan kepada penghuni bumi tentang tata cara hidup, seperti berburu, beternak, dan bercocok tanam. Di samping itu, lagu Pakarena sering digunakan sebagai media penghubung manusia dengan Tuhan.
Baca Juga:Mundur dari Jabatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo Bicara Harga Diri Bugis Makassar
Lirik lagu: