7. Bahasa Laiyolo
Bahasa ini digunakan di Desa Laiyolo, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Menurut pengakuan penduduk, Desa Laiyolo berbatasan dengan laut di sebelah timur dan barat.
Adapun wilayah tutur bahasa Laiyolo berbatasan dengan wilayah tutur bahasa Selayar di sebelah utara, wilayah tutur bahasa Bajo,dan Selayar di sebelah selatan.
Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek Laiyolo merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar antara 85 persen sampai 100 persen jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa yang ada di Sulawesi Selatan. Misalnya dibandingkan dengan bahasa Bajo, bahasa Bonerate, dan bahasa Makassar (dialek Selayar).
Baca Juga:Bahasa Gaul Indonesia yang Sering Dipakai Warga Malaysia
8. Bahasa Lemolang
Jenis bahasa Lemolang dituturkan oleh masyarakat di Desa Sassa Kecamatan Baebunta, Desa Sabbang, Kecamatan Sabbang, dan Desa Baebunta, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.
Wilayah tutur bahasa Lemolang berbatasan dengan wilayah tutur bahasa Toala atau bahasa Toraja dengan dialek Toala di sebelah timur, barat, dan selatan, serta wilayah tutur bahasa Rampi di sebelah utara.
Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek Lemolang merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar antara 82 persen hingga 100 persen jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa di Sulawesi Selatan. Misalnya, bahasa Lemolang dibandingkan dengan bahasa Toraja memiliki persentase perbedaan sebesar 82 persen.
9. Bahasa Mandar
Bahasa Mandar banyak dituturkan di Desa Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Dialek Mandar disebut tersebar ke daerah lain seperti Jawa Timur, Lombok, Kalimantan Selatan dan Timur serta Sulawesi Tengah.
Baca Juga:5 Kabupaten Kota Terkaya di Sulsel, Apakah Daerahmu Masuk?
Komunikasi menggunakan bahasa Mandar dengan orang luar disebut sudah lama berlangsung. Ada anggapan bahwa daerah itu Pinrang dan sekitarnya pernah disinggahi oleh orang Mulawarman dan Kerajaan Passokkorang pada abad XV dan didirikan oleh kaum pendatang dari Palembang.