14 Ribu Babi Dilaporkan Meninggal di Kabupaten Luwu Timur, Positif Flu Babi

Angka kematian babi di Luwu Timur terus meningkat

Muhammad Yunus
Senin, 15 Mei 2023 | 13:54 WIB
14 Ribu Babi Dilaporkan Meninggal di Kabupaten Luwu Timur, Positif Flu Babi
Ilustrasi petugas mengambil sampel babi di Kabupaten Kupang [SuaraSulsel.id/ANTARA]

Kepala Dinas Peternakan Pemprov Sulsel Nurlina menambahkan, virus flu babi Afrika juga terjadi di daerah lain. Seperti Gowa dan Luwu Utara.

Di Sulsel, kasus ini pertama kali terdeteksi pada bulan November 2022 lalu di Gowa. Ada 4.000 ekor babi yang dilaporkan mati karena terinfeksi flu babi Afrika.

Kemudian di Luwu Utara ada 4.529 ekor babi juga mati. Laporan untuk Luwu Timur baru diketahui sejak Maret 2023 dengan jumlah 1.347 ekor.

Nurlina merinci populasi babi di Sulawesi Selatan disebut cukup tinggi. Terbanyak ada di Kabupaten Toraja Utara dengan total 452.677 ekor, Tana Toraja 346.710 ekor, Luwu Utara 452.677 ekor, Gowa 25.421 ekor, Luwu 15.899 ekor, Pinrang 7.164 ekor, Maros 3.274 ekor, Palopo, 869 ekor dan Wajo 440 ekor.

Baca Juga:Viral Puluhan Bangkai Babi Positif Flu Babi Afrika Dibuang ke Irigasi Kabupaten Luwu Timur

"Babi ternak yang mati secara keseluruhan hampir 10 ribu ekor. Dari hasil laboratorium BBVet di Maros positif terinfieksi virus ASF," jelas Nurlina.

Kontributor: Lorensia Clara Tambing

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini