2. Menyambut ramadan dengan kegembiraan dan kebahagiaan
Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu mengucapkan doa yang artinya: Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa ramadan.
Seolah mereka juga memohon: Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan ramadan untukku dan selamatkan aku hingga selesai ramadan.
3. Persiapan materi
Baca Juga:5 Keistimewaan Bulan Ramadhan: Dikabulkan Doa-Doa hingga Pintu Neraka Ditutup
Kemudian yang harus kita perhatikan menyongsong bulan ramadan adalah persiapan finansial atau materi.
Persiapan materi di sini tidak dimaksudkan untuk membeli kebutuhan berbuka dan sahur yang mewah dan mahal bahkan kadang terkesan berlebihan.
Tapi finansial yang ditujukan untuk menopang ibadah sedekah dan infak kita.
Bulan ramadan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan, pelipur lara). Sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya.
Pahala yang sangat besar akan didapat manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun sekedar sebiji kurma dan seteguk air.
Baca Juga:7 Kebiasaan Pangersa Abah Aos Selama Ramadhan
4. Pengetahuan yang dalam