Wali Kota Makassar Danny Pomanto: Stunting Masuk Kategori Bencana Sosial

Akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang

Muhammad Yunus
Jum'at, 17 Maret 2023 | 07:55 WIB
Wali Kota Makassar Danny Pomanto: Stunting Masuk Kategori Bencana Sosial
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto [SuaraSulsel.id/Istimewa]

SuaraSulsel.id - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan stunting atau masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang menjadi salah satu bencana sosial bagi pemerintahannya.

"Untuk kasus stunting dan kemiskinan itu sudah kami masukkan dalam rencana kerja baik jangka pendek maupun jangka panjang dan itu masuk dalam bencana sosial," ujarnya, Kamis 16 Maret 2023.

Danny -- sapaan akrab Ramdhan Pomanto -- mengatakan kasus stunting dan kemiskinan menjadi perhatian pemerintah pusat untuk ditangani dan dikendalikan.

Ia menyatakan pemerintah pusat meminta seluruh kepala daerah agar menangani kedua kasus tersebut dan bahkan untuk stunting, pemerintah pusat menargetkan prevalensinya berada di angka 14 persen hingga 2024.

Baca Juga:Hasto Wardoyo Larang Wanita Menikah sebelum Periksa Darah, Memang Apa Bahayanya?

"Prevalensi stunting sudah ditetapkan dan secara nasional angkanya itu di 14 persen. Sementara kita di Sulsel itu yang terendah, tapi meski demikian kita harus pasang target tinggi yakni zero stunting," katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, angka prevalensi stunting pada 2021 sebesar 5,23 persen, kemudian turun menjadi 4,05 persen di 2022.

Wali Kota Makassar dua periode itu pun menargetkan penurunan angka prevalensi stunting pada 2023 menjadi dua persen hingga nol kasus pada 2024.

"Tahun ini kita kerja keras turunkan angka stunting menjadi dua persen dan di tahun berikutnya zero stunting atau nol kasus," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi yang aktif melakukan pendampingan dan penanganan stunting di setiap kelurahan akhirnya menerima laporan adanya nol kasus dari sebelumnya tercatat 87 penderita di Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang.

Baca Juga:Tekan Angka Stunting, Desa Jragung Demak Dapat Bantuan Ambulans

"Alhamdulillah, laporan demi laporan positif terus kami terima dan ini berkat Program Gerebek Stunting yang kita gencarkan," ujarnya.

Fatmawati Rusdi menyebutkan Kelurahan Pabatang yang merupakan satu dari 153 kelurahan di Kota Makassar, juga mencatat adanya kasus stunting sejak beberapa tahun lalu.

Pada 2022, jumlah kasus stunting di kelurahan tersebut sebanyak 87 anak dan turun menjadi 52 kasus hingga akhirnya di Maret 2023, jumlah penderita stunting sudah nol kasus atau zero stunting.

"Ini membuktikan kerja keras pendamping stunting dan tenaga kesehatan di Puskesmas Cendrawasih sangat baik dalam mengedukasi warga. Sekarang di setiap kelurahan di Kecamatan Mamajang rerata hanya 7 anak saja yang terkena stunting," ucapnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini