Menurut FFI, Ikranagara melakukan dekonstruksi terhadap teater tradisional, terutama yang ada di Bali dengan menggali budaya setempat, bersama Putu Wijaya.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh W.S. Rendra melalui budaya Jawa dan Arifin C. Noer melalui kesenian Cirebon dan Betawi.