“Saya berpendapat hal ini adalah sebuah konsekuensi. Kan sudah ada pilihan, kalau mau kualitas bagus yah harus membayar lebih. Jadi naik turunnya harga tidak masalah buat saya,” ucapnya.
Bagaimana Harga BBM Ditentukan?
Anggota Komite BPH Migas, Basuki Trikora Putra menyebut, faktor penentu harga BBM Non Subsidi dipengaruhi beberapa hal. Menurutnya, penetapan harga oleh badan usaha tentu juga sangat memperhatikan kondisi pertumbuhan ekonomi, sektor industri, daya beli dan kelangsungan bisnis badan usaha.
“Ada banyak variabel yang menentukan harga BBM, termasuk BBM non subsidi atau non public service obligation (PSO). Diantaranya harga minyak dunia, rata-rata produk minyak olahan Mean of Plaits Singapore (MOPS Argus), inflasi dan kurs rupiah,” terangnya.
Pengamanat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi, berpendapat ide untuk mengevaluasi harga BBM nonsubsidi mengikuti harga keekonomian pasar yang terus bergerak sangat tepat untuk diterapkan.
“Hal ini dinilai wajar dalam dunia bisnis dan tidak ada yang dilanggar selama memang yang diatur memang tidak disubsidi oleh pemerintah. Pengguna BBM non subsidi sebagian besar adalah kalangan menengah ke atas,” urainya.
Baca Juga:Mulai Naik Lagi, Ini Daftar Harga BBM Pertamina di Semua SPBU
Selain itu, dengan dibiarkan floating tidak akan ada perubahan harga drastis yang justru mengejutkan masyarakat. Misalnya jika tiba-tiba harga minyak dunia naik tapi harga ditahan dan baru dua atau tiga bulan kemudian naik signifikan masyarakat pasti akan terkejut.