Andi Dirpan Profesor Termuda Unhas Dikukuhkan, Usia 40 Tahun

Profesor dalam bidang Ilmu Teknologi Hasil Pertanian

Muhammad Yunus
Selasa, 14 Februari 2023 | 12:58 WIB
Andi Dirpan Profesor Termuda Unhas Dikukuhkan, Usia 40 Tahun
Prof. Andi Dirpan merupakan guru besar Unhas termuda saat ini. Umur 40 tahun. Lahir di Pinrang, Sulawesi Selatan, 8 Februari 1982 [SuaraSulsel.id/DKSR Unhas]

Andi Dirpan

Prof. A. Dirpan merupakan guru besar Unhas termuda saat ini. Umur 40 tahun. Lahir di Pinrang, Sulawesi Selatan, 8 Februari 1982.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Andi Dirpan memaparkan hasil penelitian yang dilakukan berkaitan dengan "Strategi Alternatif Pengembangan Teknologi Hasil Pertanian untuk Peningkatan Mutu Bahan Pangan di Era Disrupsi".

Dia mengatakan, pangan merupakan kebutuhan utama yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Namun, pangan hilang (food loss) dan pangan terbuang (food waste) merupakan dua isu yang menjadi masalah dan tantangan dalam ilmu dan teknologi hasil pertanian.

Baca Juga:Banyak Beasiswa di Kampus Unhas, Mahasiswa Kurang Mampu Silahkan Manfaatkan

"Pangan hilang dan pangan terbuang masih menjadi masalah yang harus diselesaikan di era disrupsi saat ini. Diperlukan pendekatan efektif dan keberlanjutan misalnya dengan smart packaging dan penyimpanan dingin murah dan ramah lingkungan seperti ZECC (Zero Energy Cool Chamber) yang sangat potensial untuk dikembangkan," jelas Prof. Dirpan.

Secara umum, dalam penelitiannya Dirpan menawarkan dua strategi alternatif untuk peningkatan mutu bahan pangan yakni dengan penggunaan kemasan cerdas (smart packaging) yang mampu memonitor mutu bahan pangan yang dikemas.

Selain smart packing, juga dilakukan metode Zero Energy Cool Chamber (ZECC). Metode ini adalah salah satu teknologi pasca panen ramah lingkungan dan murah yang bisa digunakan untuk menyimpan buah dan sayur setelah panen.

Rinaldi Sjahril

Pada kesempatan yang sama, Prof Rinaldi juga memberikan gambaran tentang penelitian "Bioteknologi Sumber Daya Tanaman: Solusi Berkelanjutan Pemenuhan Kebutuhan Pangan".

Baca Juga:Buat Bingung Masyarakat, Pakar Pidana Profesor Suhandi Jelaskan Alasan Korban Tewas Boleh Dijadikan Tersangka

Dia mengatakan, kemajuan bioteknologi memberikan harapan besar dalam upaya perakitan varietas unggul baru. Bioteknologi telah memungkinkan dilakukannya rekayasa genetik hingga pada taraf pengeditan genom tumbuhan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini