Minyak Tanah Langka di Nusa Tenggara Timur, Polda Bentuk Tim Khusus

Menyelidiki penyebab terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak

Muhammad Yunus
Kamis, 24 November 2022 | 08:32 WIB
Minyak Tanah Langka di Nusa Tenggara Timur, Polda Bentuk Tim Khusus
Ilustrasi jeriken minyak tanah [SuaraSulsel.id/Antara]

SuaraSulsel.id - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Johanis Asadoma membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis minyak tanah di wilayah Nusa Tenggara Timur akhir-akhir ini.

"Kita akan bentuk tim khusus untuk menyelidiki masalah ini karena minyak tanah ini masih sangat diperlukan oleh masyarakat di NTT," katanya di Kupang, Kamis 24 November 2022.

Orang nomor satu di Polda NTT itu mengatakan bahwa dirinya akan memanggil Direktur Kriminal Khusus untuk menyelidiki masalah kelangkaan minyak tanah itu.

Menurut dia Polda NTT mempunyai satgas pangan, nantinya satgas yang ada tersebut walaupun adalah satgas yang berkaitan dengan makanan dan minuman tetapi akan dimanfaatkan untuk menangani masalah tersebut.

Baca Juga:30 Rumah Dan Gereja Rusak Akibat Gempa Bumi 4 Detik di Kupang

Kapolda pun mengkhawatirkan jika ada yang memanfaatkan kelangkaan minyak tanah itu untuk kepentingan sendiri, baik untuk menimbun nya ataupun sengaja menaikkan harga minyak tanah seenaknya.

"Kita akan selidiki jika memang ada yang memanfaatkan momen kelangkaan dengan menaikkan harganya," tambah dia.

Beberapa warga di Kecamatan Alak Kota Kupang mengaku bahwa kelangkaan minyak tanah ini sudah terjadi kurang lebih dua pekan terakhir.

"Sudah dua pekan ini susah cari minyak tanah. Giliran ada pasti banyak yang antre sehingga sulit dapat," ucap Gerry.

Tak hanya Gerry, Yosep seorang warga di pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur juga mengaku jika kelangkaan minyak tanah di pulau itu justru sudah terjadi selama satu bulan terakhir.

Baca Juga:Gempa Bumi di Kupang Tidak Berpotensi Tsunami, Ini Penyebabnya

"Saya sudah coba tanya ke distributor nya di Kota, tetapi katanya sudah sebulan ini belum ada lagi pasokan," ujar dia.

News

Terkini

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong pembangunan daerah

News | 14:55 WIB

Terdakwa pelanggaran HAM berat Papua Isak Sattu hanya bisa menangis haru

News | 14:45 WIB

Isak Sattu hanya bisa menangis haru usai mendengar putusan hakim

News | 14:20 WIB

Sejumlah media asing menyoroti pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi KUHP

News | 13:26 WIB

Korban dikenal pekerja keras dan tulang punggung keluarga

News | 11:35 WIB

Pemprov Sulsel berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif

News | 10:40 WIB

Majalah Time menobatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

News | 09:37 WIB

Tim relawan BRI juga telah membantu proses evakuasi warga yang terisolir akibat rerentuhan pasca gempa.

News | 20:52 WIB

Dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat

News | 17:30 WIB

Bukan kasus dugaan uang koordinasi tambang ilegal yang menyeret nama Kabareskrim Polri

News | 16:28 WIB

Apresiasi kepada perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas

News | 13:30 WIB

P2DD Provinsi Sulsel raih penghargaan provinsi terbaik di KTI

News | 12:34 WIB

Prakiraan cuaca Sulawesi Barat dan sekitarnya

News | 07:12 WIB
Tampilkan lebih banyak