2.400 Warga Sulsel Berangkat ke Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah di Kota Solo

Gubernur Sulawesi Selatan melepas peserta dan penggembira Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah

Muhammad Yunus
Selasa, 15 November 2022 | 09:59 WIB
2.400 Warga Sulsel Berangkat ke Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah di Kota Solo
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melepas peserta dan penggembira Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah Ke-48 ke Kota Solo, Jawa Tengah, di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Senin, 14 November 2022 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melepas peserta dan penggembira Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah Ke-48 ke Kota Solo, Jawa Tengah, di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Senin, 14 November 2022.

Pemberangkatan penggembira ini terdiri dari tiga gelombang. Gelombang pertama sebanyak 169 orang, gelombang kedua sebanyak 1.064 orang, dan gelombang ketiga sebanyak 1.200 orang.

Total keseluruhan sebanyak 2.400 orang penggembira akan diberangkatkan menggunakan Kapal KM Ciremai. Untuk mengikuti Muktamar di Solo pada tanggal 19 dan 20 November 2022.

Penggembira Muktamar yang berangkat berasal dari beberapa daerah di Sulsel yakni Enrekang, Barru, Gowa, Jeneponto, Maros, Wajo, Bantaeng, Bulukumba, Tana Toraja, Sinjai, Takalar, Pangkep (ummul mukminin) dan Sulbar yang ikut bergabung serta dari Kelompok Universitas Muhammadiyah Makassar.

Baca Juga:Menko Muhadjir Pastikan Keluarga Siswa Tertimpa Atap SD Muhammadiyah Bogor Playen Dapat Bantuan

Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi semangat dari peserta Muktamar Muhammadiyah. Dirinya meminta para penggembira untuk menjaga nama baik Sulsel di lokasi muktamar.

“Harapannya bagaimana Muhammadiyah tetap mempertahankan karakternya yang selalu menjadi pelaku sejarah,” kata Gubernur Sudirman.

Menurutnya, apa yang dilakukan di Muktamar betul-betul adalah spirit dari Muhammadiyah. Sehingga Muhammadiyah tetap menjadi lembaga yang selalu eksis dan disegani karena tetap memiliki karakter.

Sudirman juga menyebut muktamar meneruskan tongkat estafet pada arah koridor yang ditetapkan. Sehingga hal ini harus tetap kuat.

“Kami tidak meragukan Muhammadiyah. Kita harus saling mensupport persatuan dan kesatuan dan juga visi misi Muhammadiyah untuk mencerdaskan, yang terpenting tetap syiar yang kuat di Muktamar,” ungkapnya.

Baca Juga:Kunjungi SD Muhammadiyah Bogor Playen, Muhadjir Effendy Ingatkan Sekolah untuk Libatkan Ahli Pembangunan Gedung

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse mengucapkan rasa terima kasih kepada Gubernur Sulsel yang berkenan hadir, untuk melepas penggembira Muktamar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini