Kendati demikian sebagai seorang putra Papua, Bahlil mengakui kesuksesan Freeport masih belum optimal melibatkan anak-anak Papua. Ia pun mengajak masyarakat Papua untuk bisa meningkatkan kualitas diri agar bisa lebih banyak terlibat dalam bisnis Freeport di Bumi Cenderawasih itu.
"Kita harus menjemput kualitas diri kita," katanya.
Bangun Pusat Sains di Kampus Universitas Cenderawasih
PT Freeport Indonesia membangun gedung pusat sains dan kemitraan Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua senilai Rp45 miliar.
Baca Juga:Setelah Mangkir, KPK Blokir Rekening Pribadi Istri Gubernur Papua Lukas Enembe
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas dalam orasi ilmiah dengan topik transformasi ekonomi melalui hilirisasi dengan kearifan lokal di Auditorium Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, Kamis mengatakan PTFI sudah ada di Papua selama 55 tahun.
"Dan Uncen merupakan salah satu mitra utama PTFI sehingga kami juga akan melakukan MoU dengan Kampus Uncen terkait penelitian bersama senilai Rp1,5 miliar," katanya.
Dia menjelaskan pihaknya berharap dengan adanya kerja sama tersebut PTFI dan Uncen dapat membangun Papua untuk kejayaan Indonesia.
"Indonesia maju Papua Jaya," ujar Presiden PTFI Tony Wenas.
Sementara itu, Rektor Uncen Jayapura, Apolo Safanpo mengatakan pihaknya menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan orasi ilmiah dari Kementerian Investasi/BKPM.
Baca Juga:Selain Lukas Enembe, Istri dan Anaknya Ikut Mangkir dari Panggilan KPK
Selanjutnya diharapkan kerja sama dengan PTFI terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang.