Warga Tana Toraja Tebas Kepala Teman Karena Jengkel Diejek Belum Menikah

Korban dirawat di rumah sakit

Muhammad Yunus
Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:08 WIB
Warga Tana Toraja Tebas Kepala Teman Karena Jengkel Diejek Belum Menikah
Ilustrasi garis polisi, TKP tindak kejahatan. [Shutterstock]

SuaraSulsel.id - Seorang pria bernama UM (40 tahun) tega menganiaya tetangganya sendiri. Karena tersinggung disuruh menikah.

Warga Kecamatan Rano, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan itu gelap mata dan menebas kepala korban MA (50 tahun) pada Selasa, 4 Oktober 2022.

Kapolres Tana Toraja AKBP Juara Silalahi mengatakan, pelaku tega menebas temannya sendiri. Diduga karena tersinggung.

Pelaku tersinggung karena disuruh untuk menikah oleh korban.

Baca Juga:Go Woori eks Rainbow Resmi Menikah, Janji Bakal Hidup Bahagia

Antara pelaku dan korban, kata Juara merupakan teman di kampung. Mereka punya profesi yang sama yaitu petani.

Kejadian ini bermula ketika pelaku dan korban sedang berada di sawah. Usai memotong padi, mereka sempat bercanda.

"Karena jengkel mendengar pernyataan korban (disuruh menikah) itu, pelaku merasa sakit hati. Niat untuk menganiaya korban muncul," ujar Juara, Rabu, 5 Oktober 2022.

Keduanya disebut awalnya berbincang akrab. Namun, tiba-tiba korban menyindir dan menyuruh pelaku sebaiknya menikah agar ada yang membantunya di sawah.

"Niat korban mungkin bercanda, tapi pelaku tersinggung. Terjadilah aksi penganiayaan itu," kata Juara.

Baca Juga:Kenali 6 Tanda Bahaya yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Kamu Menikah

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka parah dan sedang dirawat di rumah sakit. Untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara pelaku langsung diamankan ke kantor polisi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan. UM terancam hukuman 5 tahun penjara.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

News

Terkini

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong pembangunan daerah

News | 14:55 WIB

Terdakwa pelanggaran HAM berat Papua Isak Sattu hanya bisa menangis haru

News | 14:45 WIB

Isak Sattu hanya bisa menangis haru usai mendengar putusan hakim

News | 14:20 WIB

Sejumlah media asing menyoroti pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi KUHP

News | 13:26 WIB

Korban dikenal pekerja keras dan tulang punggung keluarga

News | 11:35 WIB

Pemprov Sulsel berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif

News | 10:40 WIB

Majalah Time menobatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

News | 09:37 WIB

Tim relawan BRI juga telah membantu proses evakuasi warga yang terisolir akibat rerentuhan pasca gempa.

News | 20:52 WIB

Dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat

News | 17:30 WIB

Bukan kasus dugaan uang koordinasi tambang ilegal yang menyeret nama Kabareskrim Polri

News | 16:28 WIB

Apresiasi kepada perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas

News | 13:30 WIB

P2DD Provinsi Sulsel raih penghargaan provinsi terbaik di KTI

News | 12:34 WIB

Prakiraan cuaca Sulawesi Barat dan sekitarnya

News | 07:12 WIB
Tampilkan lebih banyak