3 SSK Brimob Nusantara Tiba di Jayapura, Pasca Penetapan Lukas Enembe Sebagai Tersangka

Brimob Nusantara berasal dari Sulawesi Utara dan Ambon

Muhammad Yunus
Rabu, 28 September 2022 | 06:55 WIB
3 SSK Brimob Nusantara Tiba di Jayapura, Pasca Penetapan Lukas Enembe Sebagai Tersangka
Sebanyak 3 SSK Brimob Nusantara berasal dari Sulawesi Utara dan Ambon tiba di Jayapura sejak 20 September 2022 [KabarPapua.co]

SuaraSulsel.id - Sebanyak 3 SSK Brimob Nusantara berasal dari Sulawesi Utara dan Ambon tiba di Jayapura sejak 20 September 2022.

Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, kehadiran Brimob Nusantara untuk memberikan perkuatan kepada Polda Papua,

"Agar masyarakat semakin yakin kehadiran Brimob dapat menjaga harkamtibmas dan bukan untuk menakut-nakuti,” kata Kamal, Selasa 27 September 2022.

Kamal memastikan, situasi kamtibmas di Papua khususnya Kota Jayapura aman dan kondusif. Pasca pemanggilan kedua Gubernur Papua Lukas Enembe oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga:Gubernur Papua Lukas Enembe Klaim Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan di Depan Penyidik

Namun, Kamal mengaku, Polda Papua tidak ingin kecolongan. Sehingga berupaya memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Baik pendatang, massa pendukung Gubernur Papua atau masyarakat yang sedang beraktivitas.

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada siapa pun, karena seluruh masyarakat mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan rasa yang aman dan nyaman di tanah Papua,” tuturnya.

Kamal menambahkan, pihaknya selalu siagakan anggota mengantisipasi perubahan situasi keamanan di Kota Jayapura. Ia juga memastikan siap bila KPK meminta bantuan.

“Kami selalu siap bila KPK meminta bantuan, namun kami kepolisian memiliki tugas pokok yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Situasi Harkamtibmas itulah yang selalu kita laksanakan maka kami selalu koordinasi dan komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat dan tokoh-tokoh serta TNI,” katanya.

Baca Juga:Kuasa Hukum Sebut Lukas Enembe Punya Tambang Emas, KPK: Penyidikan Tak akan Dihentikan

News

Terkini

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong pembangunan daerah

News | 14:55 WIB

Terdakwa pelanggaran HAM berat Papua Isak Sattu hanya bisa menangis haru

News | 14:45 WIB

Isak Sattu hanya bisa menangis haru usai mendengar putusan hakim

News | 14:20 WIB

Sejumlah media asing menyoroti pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi KUHP

News | 13:26 WIB

Korban dikenal pekerja keras dan tulang punggung keluarga

News | 11:35 WIB

Pemprov Sulsel berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif

News | 10:40 WIB

Majalah Time menobatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

News | 09:37 WIB

Tim relawan BRI juga telah membantu proses evakuasi warga yang terisolir akibat rerentuhan pasca gempa.

News | 20:52 WIB

Dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat

News | 17:30 WIB

Bukan kasus dugaan uang koordinasi tambang ilegal yang menyeret nama Kabareskrim Polri

News | 16:28 WIB

Apresiasi kepada perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas

News | 13:30 WIB

P2DD Provinsi Sulsel raih penghargaan provinsi terbaik di KTI

News | 12:34 WIB

Prakiraan cuaca Sulawesi Barat dan sekitarnya

News | 07:12 WIB
Tampilkan lebih banyak