"Sikap dan tabiat ini tidak mencerminkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sosial kemasyarakatan yaitu saling menghormati. Ke depannya harapan saya sebagai ketua Organisasi Pemuda Kristen Di Minahasa Utara, tidak ada lagi yang seperti ini dan mengharapkan setiap pemerintah desa peka dgn nilai nilai luhur kehidupan bersosial yaitu saling menghormati,” ujar Shandy kepada BeritaManado.com.
Sementara itu, menanggapi reaksi warga, eks kepala Desa Watutumou Booy Kodoati menyatakan, dirinya merasa berhak untuk menjadikan lahan pribadinya tersebut sebagai makam.
"Ini kan tanah pribadi dan saya bebas buat bikin apapun di atas tanah ini," ujar Booy dalam pertemuan bersama warga.
Untuk diektahui, Perumahan Pondok Indah Maumbi dihuni sekitar 60 keluarga. Sementara makam yang dibangun tersebut berada di blok J, bersebelahan dengan air bor perumahan tersebut.
Baca Juga:Meninggal Jumat Legi, Makam Rahwan Dibongkar Orang Misterius, Tali Pocong Hilang