"Karena saya nonton sama orang tua. Takut kacau, makanya langsung naik ke taksi online," ungkapnya.
Ahmad menduga aksi yang dilakukan tuan rumah ini sebagai balas dendam atas kejadian beberapa tahun lalu di Jakarta. Saat itu, sejumlah supporter asal Malaysia dianiaya di GBK.
"Mungkin mereka marah terhadap supporter Indonesia setelah kasus itu, tapi salah orang. Syukurnya, teman-teman dari Maczman di lokasi tidak terpancing," ungkapnya.
Ahmad meminta agar PSSI dan Kemenpora mendesak pemerintah Malaysia untuk meminta maaf secara resmi atas insiden itu.
Kata Ahmad, Kemenpora harus melayangkan surat secara resmi kepada Pemerintah Malaysia agar mengusut tuntas peristiwa ini. Pemerintah juga harus menuntut penyelesaian secara hukum terhadap pelaku penganiayaan.
Menurutnya, sebagai suporter, ini adalah salah satu tindakan yang memalukan.
"Sebagai suporter harusnya sportif dong. Apalagi kan mereka menang di kandang sendiri," tegasnya.
Seperti diketahui, pertandingan final AFC Cup zona Asean dimenangkan oleh Kuala Lumpur FC. Tuan rumah berhasil membungkam PSM dengan skor 5-2.
Gol Kuala Lumpur FC dicetak oleh Romel Morales, Jordan Mintah, Muhammad Azman, dan dua gol Paulo Josue. Sementara anak asuh Bernardo Tavares hanya mampu membalas melalui gol Yakob Sayuri dan Akbar Tanjung.
Baca Juga:Suporter Juku Eja Diserang di Malaysia, PSM Makassar: Usut Tuntas
Kontributor : Lorensia Clara Tambing