Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Ikut Jadi Tersangka

Eviera Paramita Sandi | Muhammad Yasir Jum'at, 19 Agustus 2022 | 14:31 WIB

Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Ikut Jadi Tersangka
Sosok istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. (Instagram/rumpi_gosip)

Penyidik telah menetapkan saudari PC sebagai tersangka," jelas Agung di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (18/8/2022).

SuaraSulsel.id - Perkembangan terbaru kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J berlanjut. Kini, tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menetapkan istri mantan Kadiv Propam Polri itu sebagai tersangka.

“Penyidik telah menetapkan saudari PC sebagai tersangka," jelas Agung di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (18/8/2022).

Menurut Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto menyebut detail daripada persangkaan pasalnya nanti akan disampaikan oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Penampakan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo diduga berada di Bareskrim Polri. (ist)
Penampakan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo diduga berada di Bareskrim Polri. (ist)

Kasus Pembunuhan Berencana

Tim khusus telah menetapkan empat tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang terjadi di rumah dinas mantan Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Keempat tersangka, yakni Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir RR alias Ricky Rizal, dan KM alias Kuwat.

Kaporli Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Ferdy Sambo ditetapkan tersangka lantaran diduga sebagai pihak yang memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J. Sedangkan, KM dan Brigadir diduga turut serta membantu.

Listyo juga menyebut Ferdy Sambo berupaya merekayasa kasus ini dengan menembakan senjata HS milik Brigadir J ke dinding-dinding sekitar lokasi. Hal ini agar terkesan terjadi tembak menembak.

"Timsus menemukan peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang menyebabkan J meninggal dunia yang dilakukan saudara RE atas perintah saudara FS," ungkap Listyo di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022).

Dalam perkara ini, penyidik menjerat Bharada E dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Juncto Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP.

Sedangkan, Brigadir RR, Ferdy Sambo, dan KM dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana Subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Ketiganya mendapat ancaman hukuman lebih tinggi dari Bharada E, yakni hukuman maksimal 20 tahun penjara atau pidana mati.

Komentar

Berita Terkait