Jokowi: Kita Tidak Boleh Bekerja Standar, Tidak Boleh Bekerja Rutinitas, Karena Keadaan Tidak Normal

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan menteri dan pejabat pemerintahan tidak hanya melakukan rutinitas

Muhammad Yunus
Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:13 WIB
Jokowi: Kita Tidak Boleh Bekerja Standar, Tidak Boleh Bekerja Rutinitas, Karena Keadaan Tidak Normal
Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers seusai meninjau pengembangan kelapa genjah di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (11/8/2022). (ANTARA/Gilang Galiartha)

Berdasarkan catatan Bank Indonesia maupun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, inflasi di Indonesia saat ini mencapai 4,94 persen atau lebih besar dari target inflasi 3 persen +/- 1 persen namun masih lebih rendah dibanding negara-negara lain.

"Lihat negara-negara lain coba, tinggi-tinggi banget sudah, di atas 5. Ada yang sudah di angka 79 persen, Uni Eropa sudah 8,9 persen, Amerika Serikat sudah 9,1 kemarin turun 8,5 persen, bukan sesuatu yang mudah dan ini menjadi momok semua negara," ungkap Presiden.

Presiden Jokowi menyebutkan 5 provinsi dengan tingkat inflasi paling tinggi, yaitu Jambi (8,55 persen), Sumatera Barat (8,01 persen), Bangka Belitung (7,77 persen), Riau (7,04 persen), dan Aceh (6,97 persen).

"Tolong ini dilihat secara detail yang menyebabkan ini apa. Agar bisa kita selesaikan bersama-sama dan bisa turun lagi di bawah 5 persen, syukur bisa di bawah 3 persen. Provinsi harus tahu posisi inflasi saya di angka berapa, nanti saya ke daerah, saya tanya jangan gelagapan tidak mengerti posisi inflasi provinsinya berada di angka berapa," tegas Presiden Jokowi.

Baca Juga:Lyodra Ginting Teriak Papua Merdeka di Depan Jokowi dan Pejabat Negara, Ngabalin: Ada Spasi Baru Merdeka

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini