Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anggota DPR RI Minta Hentikan Polemik Pembangunan Rel Kereta Api Maros - Makassar

Muhammad Yunus Selasa, 09 Agustus 2022 | 20:16 WIB

Anggota DPR RI Minta Hentikan Polemik Pembangunan Rel Kereta Api Maros - Makassar
Pembangunan rel kereta api di Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Antara]

Mengajak masing-masing pihak yang terlibat perdebatan bisa duduk bersama

SuaraSulsel.id - Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady meminta untuk menghentikan polemik tentang proyek kereta api Sulawesi Selatan. Dengan mengajak masing-masing pihak yang terlibat perdebatan bisa duduk bersama.

Ia menyarankan agar Balai Kereta Api, Pemerintah Provinsi Sulsel, dan Pemkot Makassar tidak lagi memunculkan perdebatan di ranah publik.

"Pak Wali tentu punya pertimbangan tersendiri. Kemudian dari pihak kementerian dalam hal ini Balai Kereta Api, juga tentu punya pertimbangan secara teknis dan biaya, sehingga kereta api yang melalui Kota Makassar konsepnya bukan di atas (elevated)," kata Hamka melalui keterangannya di Makassar, Selasa 9 Agustus 2022.

Anggota Badan Anggaran DPR RI ini menjelaskan pembangunan rel kereta api yang elevated biayanya cukup mahal. Selain itu, elevated bisa dilakukan kalau terpaksa. Karena tidak ada jalurnya.

Baca Juga: Alasan Lain Wali Kota Makassar Tolak Lintasan di Atas Tanah: Hindari Warga Ditabrak Kereta Api

Ia mencontohkan, LRT Jakarta. Jalurnya tidak memungkinkan kalau tidak elevated, makanya dilakukan elevated. Begitupun kereta cepat Jakarta - Bandung, yang sekarang bermasalah karena terjadi pembengkakan biaya yang tidak sedikit.

"Itulah contoh yang konkret. Jangan terlalu kita berprasangka. Mari duduk berpikir secara jernih, apakah yang dilalui rel kereta api di Maros - Makassar ini memang tidak ada jalannya untuk di bawah. Konsep elevated itu kalau dia memang ada di perkotaan yang padat penduduknya, dan tidak ada lahan yang bisa dijalani secara normal, itu baru elevated," ujarnya.

Sebagai Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, Hamka mengaku sudah mencermati laporan yang disampaikan Balai Kereta Api. Di lokasi tersebut, tidak ada pemukiman padat yang dilalui.

Meski demikian, politisi Partai Golkar ini mengaku menghargai pemikiran Wali Kota Makassar. Tetapi dalam kondisi-kondisi seperti ini, semua pihak harus berpikir dengan baik.

"Jangan sampai kita berharap elevated, tapi malah mangkrak akibat tidak ada biaya. Lagi-lagi saya katakan bahwa membangun kereta api harus cermat karena ini persoalan uang dan investasi," tegasnya.

Baca Juga: Kapten PSM Makassar Willem Jan Pluim Bikin Was-was Pelatih Kedah FC

Ia berharap pembangunan rel kereta api Maros - Makassar menuju New Port ini bisa diselesaikan dengan baik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait