facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penjual Daging di Kota Makassar Kecewa Dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Muhammad Yunus Kamis, 07 Juli 2022 | 15:23 WIB

Penjual Daging di Kota Makassar Kecewa Dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo
Penjual daging di Pasar Pabaeng-baeng Kota Makassar mengeluhkan harga daging sapi impor yang terus naik [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Syahrul pernah berjanji akan menurunkan harga daging sapi impor

SuaraSulsel.id - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengunjungi pasar Pabaeng-baeng Kota Makassar pada 2 April 2022. Kepada pedagang, Syahrul berjanji akan menurunkan harga daging sapi impor yang melonjak tinggi.

Harga daging impor di Kota Makassar mengalami kenaikan yang signifikan. Menurut pedagang, kenaikan sudah terjadi sejak bulan Maret 2022.

Syahrul bahkan langsung menelpon Direktur PT Indoguna sebagai importir daging di hadapan pedagang saat kunjungan. Mantan Gubernur Sulsel itu meminta agar harga daging impor bisa dikontrol karena pedagang mengeluh.

Namun, dua bulan berlalu, harga daging sapi impor tak kunjung normal. Para pedagang pun menagih janji Syahrul.

Baca Juga: KPPU Makassar Cegah Persaingan Usaha Tidak Sehat di Pelabuhan Garongkong Kabupaten Barru

Hal tersebut mereka keluhkan ke Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Ashari Faksirie Radjamilo saat memantau harga pangan jelang Idul Adha.

"Waktu pak Menteri Pertanian (Syahrul) datang, kami dijanji turun harga daging, tapi sampai sekarang tidak turun. Kecewa sebenarnya kita," ujar salah satu pedagang daging, Asrul, Kamis, 7 Juli 2022.

Sebelum Idul fitri lalu, harga daging impor masih sebesar Rp105 ribu per kilogram. Namun terus melonjak naik hingga jelang idul adha.

Harga daging impor di pasar Pabaeng-baeng mencapai Rp120 ribu per kilo. Padahal sebelumnya hanya Rp85 ribu saja.

Menurut Asrul, distributor terus menaikkan harga. Apalagi jelang hari raya keagamaan.

Baca Juga: Kunjungi BBPVP Makassar, Wamenaker Pastikan Pengembangan SDM Berjalan Lancar

"Kami sangat minta tolong bisa distabilkan kasihan ini harga. Apalagi pak Menteri sebelumnya sudah janji, sudah bicara sama distributor tapi buktinya tidak ada penurunan," keluhnya.

Karena lonjakan harga, pembeli jadi sepi. Mereka terpaksa merugi karena harus menjual daging beku.

"Daging beku itu kualitasnya menurun jadi harga turun. Beda dengan daging segar. Tapi mau bagaimana, kalau tidak dibekukan, rugi besar kita," ungkap Asrul.

Sebelumnya, Menteri Syahrul mengatakan selama ini, daging impor di Sulsel kebanyakan dari Australia. Sementara baru-baru terjadi kebakaran hutan besar di sana.

"Lahan rumput sapinya terganggu, produksi sapinya menurun cukup besar. Karena itu harga daging sapi di luar juga tinggi," kata Syahrul.

Kepala Dinas Perdagangan Pemprov Sulsel Ashari Faksirie Radjamilo menambahkan akan segera memanggil distributor untuk membicarakan soal harga. Ia juga memastikan rumah potong hewan tidak akan menaikkan harga agar para pedagang tak lagi mengeluh.

"Kita cari solusinya, segera kita panggil distributor daging (impor). Kita juga wanti-wanti RPH jangan naikkan harga ke pedagang," ungkapnya.

Selain daging, sejumlah komoditas pangan seperti cabai, bawang, ayam dan telur di Sulsel meningkat drastis. Menurut Ashari, kenaikan terjadi karena Sulsel juga menyuplai bahan ke provinsi lain seperti Maluku, Kalimantan dan Papua.

"Ada kenaikan tapi yang paling penting tidak ada kekosongan stok. Kita sudah tidak kaget, apalagi jelang hari besar," jelasnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait