Warga Kampung Jangka Kabupaten Gowa Bangun Masjid dari Sumbangan Warga, Kini Jadi Tempat Wisata Religi

Warga beri julukan masjid cantik

Muhammad Yunus
Rabu, 06 Juli 2022 | 10:15 WIB
Warga Kampung Jangka Kabupaten Gowa Bangun Masjid dari Sumbangan Warga, Kini Jadi Tempat Wisata Religi
Masjid Nurul Yaqin di Kampung Jangka Kabupaten Gowa [SuaraSulsel.id/Foto Rusdin Tompo]

Ada juga yang janjian dan menunggu jemputan di situ. Selain parkiran di depan masjid, juga ada basement yang berfungsi sebagai tempat parkir. Demi keamanan dan kenyamanan, masjid dilengkapi CCTV dan wifi gratis.

"Memang dibuat kebijakan agar masjid ini leluasa dan mudah jadi tempat beribadah atau singgah beristirahat," jelas Daeng Ngitung.

Setelah rampung, rupanya dana awal pembangunan masjid sebesar Rp85 juta masih tersisa. Dana ini lalu dimanfaatkan untuk pembebasan lahan sebesar Rp55 juta guna membangun rumah tahfidz. Tekad membangun rumah tahfidz itu diakui hanya bermodal keberanian dan keikhkasan.

Selain pengurus masjid, juga dibentuk terpisah Yayasan Nurul Yaqin Kampung Jangka, untuk mengelola rumah tahfidz. Ketua yayasannya adalah, H Adnan Dg Ngitung, Sekretaris Danial Daeng Nyikko, Bendahara Sanusi.

Baca Juga:Dewan Masjid Indonesia Diharap Bantu Entaskan Stunting di Wonosobo

Disampaikan bahwa ide membangun rumah tahfidz ini seiring program Bupati Gowa, Dr Adnan Purichta Ichsan. Bupati dua periode itu mencanangkan program satu desa satu penghafal Al-Qur'an. Maka pengurus kemudian mengambil inisiatif mendirikan rumah tahfidz, yang dibangun kurang lebih hanya setahun, lagi-lagi dari swadaya masyarakat.

Rumah tahfidz dibangun dengan dana lebih 1,2 M. Ada jembatan yang menghubungkan masjid dengan rumah tahfidz.

Setelah dibuka pendaftaran, mulai Juni-Juli 2022, kini rumah tahfidz sudah memiliki 61 siswa, berasal dari Taeng, Bajeng, Pangkabinanga, Kampung Jangka, dan Bonto Kamase.

Rumah tahfidz ini punya 2 tingkatan, yakni TK/TKA dan Tahfiz Weekend. Sesuai namanya, tahfidz weekend hanya diadakan pada Sabtu-Ahad.

Untuk tahfidz weekend ini, santrinya menginap. Sementara mereka digratiskan, selama sebulan. Rencananya, pada bulan Juli ini mulai berbayar tapi hanya untuk makan 2 kali sehari.

Baca Juga:Netizen Murka Lihat Dua Sejoli di Bandung Bermesraan di Atas Masjid: Gak Ngotak!

Rumah tahfidz itu merupakan gedung 3 lantai. Lantai satu untuk TK/TKA, lantai 2 untuk sekolah tahfidz, sedangkan lantai 3 aula.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini