Memilih Tinggal di Tenda, Warga Mamuju Mengaku Takut Gempa Terjadi Malam Hari

Mereka juga masih bertahan di beberapa tenda pengungsian dikarenakan trauma yang belum hilang.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 04 Juni 2022 | 09:15 WIB
Memilih Tinggal di Tenda, Warga Mamuju Mengaku Takut Gempa Terjadi Malam Hari
Anak-anak korban gempa bermain di depan tenda-tenda pengungsian di Stadion Manakarra Mamuju, Jumat (10/6/2022). [ANTARA/Amirullah]

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Mamuju Taslim mengatakan, hingga hari ketiga pascagempa yang mengguncang daerah itu, sebagian warga masih memilih bertahan di pengungsian.

"Memang sudah ada yang pulang tetapi jumlahnya tidak signifikan," kata Taslim.

"Kalau siang seperti ini, mereka beraktivitas seperti biasa tetapi mereka akan kembali di tenda-tenda pengungsian saat malam," tambahnya.

Masih banyaknya warga yang memilih bertahan di pengungsian karena trauma saat gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi pada 15 Januari 2021.

Baca Juga:Kesal Dengan Pejabat yang Tak Cepat Realisasi Anggaran, Akmal Malik Minta Masukan DPRD

"Kita maklumi kondisi psikologi masyarakat yang masih bertahan karena mereka masih sangat trauma dengan kejadian serupa tahun lalu," ujar Taslim. (ANTARA)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini