facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Turunkan Tim Epidemiologi Pantau Penularan Hepatitis Akut

Muhammad Yunus Kamis, 19 Mei 2022 | 07:00 WIB

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Turunkan Tim Epidemiologi Pantau Penularan Hepatitis Akut
Ilustrasi Hepatitis Akut - Gejala Awal Hepatitis Akut Pada Anak dan Dewasa (Pixabay)

Kasusnya kebanyakan ditemukan pada anak-anak

SuaraSulsel.id - Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama pemerintah kabupaten dan kota menurunkan tim surveilans epidemiologi untuk memantau penularan penyakit hepatitis akut, yang kasusnya kebanyakan ditemukan pada anak-anak.

"Kami sampai dengan tingkat puskesmas ada yang namanya tim surveilans epidemiologi untuk melakukan pemantauan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Yana Yanti Suleman di Gorontalo, Rabu 18 Mei 2022.

"Kami minta ketika ada warga yang anaknya mengalami gejala hepatitis, segeralah datang ke faskes. Insya Allah dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit siap melakukan tindakan," katanya.

Menurut informasi yang disiarkan di laman Kementerian Kesehatan, gejala yang ditemukan pada pasien yang diduga terserang hepatitis akut yakni demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lemah, nyeri bagian perut, nyeri pada otot dan sendi, kuning di mata dan kulit, gatal-gatal, dan urine seperti air teh.

Baca Juga: Sosialisasikan PHBS Cegah Hepatitis Akut Misterius, Dinkes DKI: Bukan Cemas Berlebihan

Yana mengatakan, karena Provinsi Gorontalo belum memiliki fasilitas laboratorium lengkap untuk pemeriksaan hepatitis maka sampel-sampel dari pasien yang diduga terserang hepatitis akut akan dikirim ke fasilitas pemeriksaan di Jakarta.

"Pemerintah pusat sudah menyampaikan bahwa ketika tidak ada reagen atau alat, maka dirujuk ke rumah sakit rujukan, di antaranya Rumah Sakit Fatmawati, RSCM, dan tentunya PMI," kata dia.

Ia menjelaskan pula bahwa Rumah Sakit Aloei Saboe di Kota Gorontalo disiapkan menjadi rumah sakit rujukan penanganan pasien hepatitis.

Menurut dia, kasus penularan hepatitis akut sampai saat ini belum ditemukan di wilayah Provinsi Gorontalo. (Antara)

Baca Juga: Kemenkes: Kasus Hepatitis Akut Misterius di Indonesia Bertambah 14 Orang

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait