facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Remaja 18 Tahun Tembak Mati 10 Orang di New York Kemudian Disiarkan di Internet

Muhammad Yunus Minggu, 15 Mei 2022 | 19:57 WIB

Remaja 18 Tahun Tembak Mati 10 Orang di New York Kemudian Disiarkan di Internet
Seorang pria kulit putih bersenjata dan berusia 18 tahun menembak 10 orang hingga tewas di New York [SuaraSulsel.id/Tangkapan layar]

Ekstremisme kekerasan bermotif rasial

SuaraSulsel.id - Seorang pria kulit putih bersenjata dan berusia 18 tahun menembak 10 orang hingga tewas dan melukai tiga lainnya di sebuah toko kelontong di lingkungan warga kulit hitam Buffalo, New York.

Pria itu kemudian menyerah kepada pihak-pihak berwenang, yang menyebut insiden itu sebagai kejahatan yang mengandung kebencian dan aksi "ekstremisme kekerasan bermotif rasial".

Pihak berwenang mengatakan tersangka itu, yang bersenjata senapan serbu dan tampaknya bertindak sendiri. Pergi ke Buffalo dari rumahnya di daerah New York "beberapa jam perjalanan" untuk menyasar toko dalam serangan yang dia siarkan di internet.

Sebelas dari 13 orang yang terkena tembakan adalah orang kulit hitam, kata para pejabat.

Baca Juga: Penembakan Bermotif Rasial di Buffalo Tewaskan 10 Orang, Pelakunya Pria Berusia 18 Tahun

Tersangka, yang tidak disebutkan namanya oleh polisi, bersenjata lengkap dan mengenakan perlengkapan taktis, termasuk pelindung tubuh, kata polisi.

Ketika berhadapan dengan petugas di ruang depan toko, tersangka itu menodongkan pistol ke lehernya sendiri tapi mereka membujuknya untuk menjatuhkan senjata dan menyerah, komisaris polisi Buffalo Joseph Gramaglia mengatakan dalam jumpa pers.

Gramaglia mengatakan pria bersenjata itu menembak dan membunuh tiga orang di tempat parkir Tops Friendly Market sebelum baku tembak dengan seorang mantan polisi yang bekerja sebagai penjaga keamanan toko, tapi tersangka itu selamat karena pelindung tubuhnya.

Penjaga itu adalah salah satu dari 10 orang yang ditembak mati dalam insiden itu, sembilan lainnya adalah pelanggan. Tiga karyawan lain dari toko itu, bagian dari jaringan regional, terluka tapi diperkirakan selamat, kata pihak berwenang.

Stephen Belongia, agen khusus FBI yang berdinas di kantor biro Buffalo, mengatakan serangan itu akan diselidiki baik sebagai kejahatan yang mengandung kebencian dan sebagai tindakan "ekstremisme kekerasan bermotif rasial" berdasarkan hukum federal.

Baca Juga: Kejahatan Rasial Masih Terjadi di Amerika, Pria Kulit Putih di New York Tembaki 10 Warga Kulit Hitam Hingga Tewas

"Orang ini benar-benar jahat," kata Sheriff Wilayah Erie John Garcia, suaranya bergetar karena emosi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait