facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kader Demokrat Sulsel Ancam Boikot Kedatangan AHY : Dia Tidak Bisa Keluar dari Bandara

Eviera Paramita Sandi Jum'at, 13 Mei 2022 | 11:04 WIB

Kader Demokrat Sulsel Ancam Boikot Kedatangan AHY : Dia Tidak Bisa Keluar dari Bandara
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pelantikan pengurus DPD Demokrat DKI Jakarta dan Maluku di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2022). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Ia menegaskan akan memboikot kedatangan AHY di Bandara Sultan Hasanuddin jika kukuh melantik Ni'matullah.

SuaraSulsel.id - Rencana pelantikan ketua DPD partai Demokrat Sulsel, Ni'matullah ditentang sejumlah pihak. Mereka bahkan ramai-ramai mengancam akan memboikot kedatangan ketua umum partai, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua DPC Demokrat Maros, Amirullah Nur Saenong salah satunya. Ia menegaskan akan memboikot kedatangan AHY di Bandara Sultan Hasanuddin jika kukuh melantik Ni'matullah.

"Bandara itu punya Maros. Saya akan boikot dan dia tidak bisa keluar dari bandara," tegas Amirullah, Jumat, 13 Mei 2022.

Kata Amirullah, DPP Partai Demokrat harusnya menunda pelantikan Ni'matullah. Sebab, sebagian ketua DPC sedang melayangkan gugatan ke mahkamah partai.

Baca Juga: Garuda Indonesia Akan Terbangkan Jemaah Calon Haji Embarkasi Makassar Menggunakan Boeing 777

Mereka protes sebab AHY lebih memilih Ni'matullah dibanding Ilham Arief Sirajuddin alias IAS. 

Padahal dari hasil Musyawarah Daerah Partai Demokrat Sulsel lalu, IAS mengantongi suara lebih banyak dibanding Ni'matullah. IAS 16 suara, sementara Ni'matullah hanya mengantongi 9 suara.

"Kenapa tidak DPP menunda pelantikan sambil menunggu hasil dari mahkamah partai. Jadi kalau sampai DPP membuat jadwal pelantikan, kita akan menghalangi," ujarnya.

16 DPC pendukung IAS merasa keputusan DPP tidak memperhatikan keinginan mayoritas kader di Sulsel. Mereka mau IAS yang jadi ketua, bukan Ni'matullah.

Namun jika AHY tetap melantik Ni'matullah maka 16 orang ketua DPC di Sulsel akan melakukan unjuk rasa. Mereka juga tidak akan mengakui ketua terpilih sebagai ketuanya.

"Kita bakal gelar unjuk rasa dan tidak mengakui hasil pelantikan," tegasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait