facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sudah Tiga Hari Hilang, Warga Kolaka Timur Diduga Diterkam Buaya

Muhammad Yunus Kamis, 12 Mei 2022 | 16:59 WIB

Sudah Tiga Hari Hilang, Warga Kolaka Timur Diduga Diterkam Buaya
Ilustrasi buaya di sungai (Unsplash.com/ Daniel Pelaez Duque)

Warga Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, bernama Wacaling masih belum ditemukan

SuaraSulsel.id - Warga Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, bernama Wacaling masih belum ditemukan.

Mengutip Telisik.id -- jaringan Suara.com, pria berusia 60 tahun ini sudah tiga hari dinyatakan hilang di sungai yang berada di Desa Wungguloko, Kecamatam Ladongi.

Diduga, pria yang hilang saat tengah memasang pukat ikan di area sungai tersebut, telah diterkam buaya.

Humas SAR Kendari, Wahyudi mengungkapkan perkembangan Operasi SAR H+3 dari Kondisi Membahayakan Manusia (KMM).

Baca Juga: Disdamkartan Bontang Evakuasi Buaya Berukuran 2 Meter di Kawasan Wisata Hutan Mangrove

Pada Kamis (12/5/2022) pukul 06.30 Wita, Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban.

Pencarian dilakukan dengan membagi 3 tim. Tim pertama melakukan penyisiran di tepi sebelah kanan sungai dari LKK. Atau sejauh 500 meter ke arah barat (hulu sungai).

Tim kedua melakukan penyisiran di tepi sebelah kiri sungai dari LKK sejauh 500 meter ke arah barat (hulu sungai). Dan tim ketiga melakukan penyisiran dengan menggunakan rubber boat sejauh 1 km ke arah barat (hulu sungai). Kondisi cuaca cerah berawan.

Wahyudi menyebutkan sejumlah unsur yang terlibat dalam pencarian ini yakni Pos SAR Kolaka, BPBD Kolaka Timur, BKSDA Koltim, Polres Kolaka, Polsek Ladongi, Babinsa Wungguloko, SAR Hidayatullah, KPA Kompak Timur, masyarakat setempat dan keluarga korban.

Wahyudi juga mengungkapkan kronologis musibah yang menimpa nelayan tradisional tersebut.

Baca Juga: Penampakan Perempuan Taiwan Pelihara Enam Ekor Buaya, Digendong-gendong Layaknya Anak Sendiri!

Berawal Selasa (10/5/2022) lalu sekitar pukul 21.30 Wita pihaknya melalui Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima informasi dari seseorang bernama Ibu Lela, sekitar pukul 17.15 Wita, bahwa telah terjadi kondisi membahayakan seorang manusia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait