facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Puasa Batal Massal di Malaysia, Penyiar Radio Minta Maaf Karena Putar Suara Azan Sebelum Waktu Berbuka Puasa

Muhammad Yunus Rabu, 06 April 2022 | 11:13 WIB

Puasa Batal Massal di Malaysia, Penyiar Radio Minta Maaf Karena Putar Suara Azan Sebelum Waktu Berbuka Puasa
Ilustrasi penyiar radio (Shutterstock).

Penyiar radio memutar rekaman suara azan Magrib 4 menit lebih cepat dari jadwal

SuaraSulsel.id - Karena penyiar radio memutar rekaman suara azan Magrib 4 menit lebih awal dari jadwal buka puasa. Warga di Kota Tawau, Malaysia, batal secara massal.

Puasa Ramadhan warga satu batal sebelum waktunya. Karena sudah makan dan minum setelah mendengar suara azan dari siaran radio.

Hal itu terjadi di Tawau, keresidenan sekaligus kota ketiga terbesar di Sabah, Malaysia, pada hari puasa pertama Ramadhan 1443 Hijriah, Minggu (3/4) akhir pekan lalu mengutip dari laman suarasumbar.id

Seperti diberitakan Freemalaysiatoday.com, Senin (4/4/2022), Mohd Safwan Junit, presenter Radio Tawau FM yang mengampu program Syoknya Hujung Minggu, menyiarkan azan Magrib pada pukul 18.16 waktu setempat.

Baca Juga: Cara Nabi Muhammad SAW Buka Puasa, Lengkap dengan Daftar Menu

Padahal, waktu salat Magrib di Kota Tawau hari itu adalah pukul 18.20. Alhasil, warga satu kota yang menjadi penikmat setia radio tersebut membatalkan puasa sebelum waktunya.

Penyiar Radio Minta Maaf

Sehari setelah peristiwa itu, Safwan mengumumkan permintaan maaf melalui akun Facebook pribadinya.

Safwan menegaskan, kesalahan itu terjadi bukan karena disengaja. Ia mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi karena kesalahan teknis.

“Saya Mohd Safwan Junit, presenter yang bertugas di Syoknya Hujung Minggu, melakukan kesalahan teknis, dimana azan Maghrib disiarkan dua kali, yaitu sekitar pukul 18.16 dan yang kedua pada pukul 18.20”

Baca Juga: Aturan Buka Puasa di TransJakarta, Makan dan Minum Dibatasi 10 Menit

“Azan yang seharusnya dikumandangkan pada pukul 18.20 dibunyikan lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Sehingga menyebabkan banyak warga Tawau yang tidak sengaja berbuka puasa lebih awal dari waktu tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa ini karena kesalahan teknis dan kesalahannya sendiri, sehingga mendorongnya untuk meminta maaf.

“Oleh karena itu, saya dengan rendah hati, secara pribadi, meminta maaf kepada masyarakat Tawau yang terkena dampak situasi ini,”

Safwan melanjutkan, “Kesalahan ini datang dari saya sendiri dan bukan dari RTM Tawau atau Tawau FM. Kebaikan itu datangnya dari Tuhan, yang kurang dari diri saya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, publik memberikan berbagai reaksi di ruang komentar menyusul permintaan maaf tersebut.

Rata-rata memuji tindakan Safwan karena mengakui kesalahan itu dilakukan secara tidak sengaja.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait