PT Vale Target Nol Emisi Karbon Tahun 2050, Berhenti Gunakan Batubara

Mewujudkan transisi energi di Indonesia

Muhammad Yunus
Selasa, 22 Maret 2022 | 18:21 WIB
PT Vale Target Nol Emisi Karbon Tahun 2050, Berhenti Gunakan Batubara
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Febriany Eddy [SuaraSulsel.id/Dokumentasi PT Vale]

Pemerintah pusat sendiri sudah mencanangkan target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030. Jika ada bantuan dari dunia internasional, maka emisi ini bisa mencapai 40 persen pada tahun yang sama.

Kata Febriany, salah satu wujud upaya PT Vale menekan emisi karbon adalah dengan membangun tiga PLTA berkapasitas 356 megawatt. 10 megawatt diantaranya diserahkan ke warga sekitar melalui PLN.

Hal tersebut bisa mengurangi sekitar 1 juta ton Co2eq per tahun. PT Vale bahkan menghentikan konversi batubara untuk menghindari tambahan 200 ribu Co2eq per tahun. Hal tersebut menghemat biaya hingga USD40 juta.

Vale, kata Febri, juga memanfaatkan teknologi mutakhir untuk memastikan kualitas air limpasan tambang. Hal tersebut sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:Jaga Pasokan Batubara Dalam Negeri, Sri Mulyani Tetapkan Denda dan Kompensasi

Kemudian ada 2,5 hektare lahan yang disiapkan untuk kebun pembibitan.

"Hasilnya kualitas air danau matano bisa terjaga selama 50 tahun, selama kami beroperasi," tukasnya.

Akselerasi penggunaan energi bersih menjadi poin fundamental. Dalam memastikan masa depan perekonomian serta sektor lainnya tetap terjaga dalam konteks keberlanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam Sustainability Forum 2021 yang diselenggarakan PT Vale Indonesia Tbk. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Dekarbonisasi untuk Masa Depan Berkelanjutan”.

Executive Director Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengungkapkan transisi energi berbasis fosil menjadi mutlak dilakukan. Agar ambisi nol emisi karbon (net zero emission) mampu menjadi keniscayaan. Dengan estimasi terwujud pada 2050 mendatang.

Baca Juga:Masuk Kolong Bus Gegara Main Ponsel Sambil Naik Motor, Pria di Sumut Alami Luka Robek di Perut

Langkah yang kerap disebut dekarbonisasi itu, lanjut dia, mesti selaras dengan target Persetujuan Paris. Yaitu membatasi kenaikan suhu bumi 1,5 derajat Celcius.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini