Selama 4 tahun, Salma mesti hidup dengan bantuan lubang di perut kirinya. Itu sebagai pengganti lubang anus sementara.
Mansyur mengaku sangat tak tega melihatnya. Apalagi bagi anak seusia itu.
"Apalagi pas bersihkan hajatnya itu kadang saya menangis. Kami gantian dengan ibunya, lalu ditutup kembali perbannya," tambahnya.
Namun, Mansyur tak mengeluh. Ia selalu berdoa, kelak anaknya bisa mendapatkan bantuan untuk operasi gratis.
Baca Juga:Pria Pakistan Tembak Mati Bayinya Sendiri, Motif Pembunuhan Bikin Sakit Hati
![Salma (4 tahun) menjalani operasi Postero Sagital Anorekto Plasty (PSARP) di Rumah Sakit Pelamonia Makassar [SuaraSulsel.id/Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/03/11/27818-bayi.jpg)
Bertemu Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad
Doanya terkabulkan. Penderitaan Salma perlahan mulai berkurang. Karena uluran tangan Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad.
Orang nomor satu di Kodam Hasanuddin itu membantu biaya pengobatan Salma. Selain membantu operasi, Pangdam juga merenovasi rumah Mansyur.
Kata Andi, itu sudah kewajibannya untuk membantu warga yang kurang mampu.
Kepala Rumah Sakit Tk. II Pelamonia Kolonel Ckm dr Krisna Murti mengatakan pihaknya melakukan persiapan selama dua minggu. Untuk melakukan operasi tersebut. Sebelumnya, jadwal operasi terpaksa ditunda karena kondisi pasien sedang tidak normal.
Baca Juga:Dendam Ditinggal Sejak Bayi, Andika Kangen Band Tak Mau Tahu Lagi Sosok Sang Ibu
"Targetnya sebelum bulan Maret kami sudah operasi, tapi ternyata anak Salma kondisinya kurang sehat sehingga ditunda. Kondisi gizinya kurang baik saat itu," ujarnya.