facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Begini Perasaan Farida Patittingi, Budu, dan Jamaluddin Jompa Jelang Pemilihan Rektor Unhas Hari Ini

Muhammad Yunus Kamis, 27 Januari 2022 | 07:20 WIB

Begini Perasaan Farida Patittingi, Budu, dan Jamaluddin Jompa Jelang Pemilihan Rektor Unhas Hari Ini
Penarikan nomor urut Calon Rektor Unhas berlangsung pada Selasa (25/1), pukul 10.00 Wita, bertempat di Ruang Rapat A, Lantai 4 Gedung Rektorat Unhas [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Kepemimpinan di Universitas Hasanuddin segera berganti

SuaraSulsel.id - Tampuk kepemimpinan di Universitas Hasanuddin segera berganti. Pemilihan rektor baru akan digelar, Kamis, 27 Januari 2022, hari ini.

Tiga kandidat yakni Prof Farida Patittingi (Dekan Fakultas Hukum), Prof Budu (Dekan Fakultas Kedokteran), dan Prof Jamaluddin Jompa (Dekan Sekolah Pascasarjana) kini siap bertarung.

Calon yang mengantongi suara paling banyak dari Majelis Wali Amanat atau MWA, maka dialah yang akan dilantik.

Bagaimana perasaan ketiga kandidat menjelang pemilihan rektor?

Baca Juga: Suara Menteri Nadiem Makarim Berpengaruh Besar Saat Pemilihan Rektor Unhas

Farida Patittingi mengaku rasanya biasa saja. Ia optimistis bisa merebut hati para Anggota Majelis Wali Amanat.

"Yakin dan berdoa. Saya percaya diri," kata Farida, Rabu, 26 Januari 2022.

Farida mengaku akan mempersiapkan presentase sebaik mungkin yang akan digelar hari ini. Ia harus meyakinkan MWA bahwa dia laik untuk memimpin Kampus Unhas pada periode 2022-2026.

"Semua kita serahkan ke Majelis Wali Amanat. Yang terpilih tentu itu yang terbaik," tambahnya.

Sementara, Budu saat dikonfirmasi menolak untuk wawancara. Ia mengaku sedang sibuk.

Baca Juga: RUPS Luar Biasa PT Vale, Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu Tetap Komisaris Independen

Lain lagi dengan yang dirasakan Jamaluddin Jompa. Dekan Pasca Sarjana Unhas itu mengaku sedikit grogi.

"Nervous tentu ada. Kalau dari 1-10, tingkat nervousnya ada di angka empat. Masih normal," kata Jamaluddin.

Sehari sebelum pemilihan, ia mengaku masih sibuk menjalankan tugasnya sebagai dekan. Kendati demikian, Jamaluddin Jompa mengaku terus menjalin komunikasi dengan Majelis Wali Amanat.

Jamaluddin Jompa menegaskan jika dipercaya menjadi Rektor Unhas, maka tentu akan membawa Unhas lebih baik ke depannya. Menurutnya, Unhas harus menjadi rujukan nasional, bahkan menjadi rujukan internasional ke depan.

Namun, jika tidak terpilih, menurutnya itu hal yang harus diterima. Toh, ia akan tetap mengabdi di Unhas sebagai dekan dan dosen.

"Kami tidak bertanding, jadi tidak ada kalah dan menang. Yang ada, ada yang terpilih ada yang tidak. Kalau tidak terpilih ya saya tetap akan ke tugas pertama saya, jadi dosen," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unhas, Syamsul Bahri menjelaskan ada 17 anggota MWA yang mempunyai hak suara dalam pemilihan nanti. Salah satunya Mendikbudristek yang punya hak 35 persen dari total suara.

"Artinya suara menteri setara dengan 9 suara. Jadi seluruh suara adalah 16 ditambah 9 menjadi 25 suara," jelasnya.

Prosedur pemilihan dan penetapan Rektor Unhas Periode 2022-2026, hari ini akan digelar melalui sidang paripurna.

Setelahnya akan ada pemaparan dan pendalaman visi misi masing-masing calon rektor sebelum pemilihan.

"Setelah itu akan berlangsung sesi tanya jawab dari anggota MWA," tukasnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait