Anak Muda Sulawesi Tenggara Ekspor 18 Ton Kacang Mete ke Vietnam

Pemuda asal Sulawesi Tenggara, Steven Stenly

Muhammad Yunus
Senin, 03 Januari 2022 | 07:20 WIB
Anak Muda Sulawesi Tenggara Ekspor 18 Ton Kacang Mete ke Vietnam
Pemuda asal Sulawesi Tenggara, Steven Stenly, pendiri CV Best Farmer Indonesia, mengekspor biji kacang mete sebanyak 18 ton ke negara Vietnam [Telisik.id]

Pasalnya, Pemda di Sultra terus mendorong lahirnya generasi muda, yakni anak-anak milenial untuk lebih memperhatikan sektor pertanian, terutama komoditas perkebunan.

"Saya targetkan di tahun 2022, saya bisa tembus pasar China, dengan mengeskpor 50 kontiner dalam setahun," ungkapnya.

Steven berharap, ekspor di akhir tahun 2021 mampu memberi semangat bagi anak muda di Sultra. Juga menjadi contoh yang baik, sehingga anak muda di Sultra bisa membuktikan bahwa mereka pun mampu menembus pasar internasional.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) menggelar kegiatan gebyar ekspor serentak dilaksanakan melalui 33 pintu ekspor secara hybrid yang dipusatkan di Terminal Peti Kemas-Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar pada Kamis (30/12/ 2021).

Baca Juga:Pengusaha: Larangan Ekspor Batu Bara Bisa Sebabkan Sengketa

Dalam menyukseskan Gebyar Ekspor, Karantina Pertanian Kendari bersama Gubernur Ali Mazi dan Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol. Drs. Teguh Pristiwanto, melakukan pelepasan ekspor komoditas pertanian sebanyak 18 ton milik CV Best Farmer Indonesia yang merupakan perusahaan asal Sultra, dengan nilai barang mencapai Rp 333.685.000 melalui pelabuhan Peti Kemas New Port Kendari.

Jumlah ini melengkapi jumlah ekspor secara nasional yang dilepas secara bersamaan di 34 pintu pengeluaran sebesar Rp 14,4 triliun.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari, N. Prayatno Ginting mengatakan, dari sistem pencatatan informasi perkarantinaan Iqfast komoditas pertanian yang telah diekspor Sulawesi Tenggara tahun 2021 baik hewan maupun tumbuhan, mencapai Rp 4,9 miliar.

“Adapun komoditas pertanian yang diekspor hari ini biji mete dengan negara tujuan Vietnam sebanyak 18 ton. Menutup tahun 2021 ini, kendari mengeskpor biji mete dan di awal tahun 2022 juga dibuka dengan ekpor biji mete,” katanya.

Hal ini tentu saja memberikan dampak positif terhadap perekonomian Sultra di tengah pandemi COVID-19, serta selaras dengan program unggulan Kementerian Pertanian yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

Baca Juga:Kadin Indonesia Minta Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan Larangan Ekspor Batu Bara

Gebyar Ekspor ini menjadi salah satu momentum penting dalam mensinergikan seluruh peran stakeholder, terutama dengan pihak Kepolisian RI sehingga tercipta keamanan dalam melaksanakan pengawasan produk pertanian.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini