"Tapi itu bertahap," kata Nasaruddin.
Apalagi kata dia, itu hanya pesawat rekayasa. Bukan komersial. Izin terbang juga tidak akan sulit didapatkan.
Unhas juga telah mengusulkan hak paten untuk sayap dan konstruksi bodi pesawat. Jika ada pihak yang ingin menjiplaknya, maka harus seizin Unhas terlebih dahulu.
Kata Nasaruddin, pesawat itu dalam waktu dekat sudah akan diuji coba. Kemudian akan diluncurkan di Pinrang pada Februari 2022. Setelah mendapat izin dari Kementerian Perhubungan.
Baca Juga:Haerul Warisin Dekati Ketua DPD PDIP Lombok Timur Setelah Ditunjuk Gerindra Maju Pilbup
Rencananya, pesawat ini juga bakal diperjualbelikan. Bisa untuk kendaraan pribadi maupun untuk sektor pertanian.
Saat ini saja sudah banyak yang berminat. Mulai dari komunitas penerbangan dan beberapa pemerintah daerah.
Nasaruddin menjelaskan, pesawat ini benar-benar dirakit secara utuh. Semua dibuat sendiri dan sudah menghabiskan anggaran Rp500 juta.
Anggaran itu untuk membeli mesin pesawat yang didatangkan langsung dari Amerika Serikat. Sementara untuk materialnya dibuat sendiri.
Namun, untuk kapasitasnya hanya bisa menampung dua orang. Satu pilot dan satu penumpang.
Baca Juga:Empat Orang di Pinrang Rela Bayar Joki Demi Dapat Sertifikat Vaksin Covid-19
![Haerul dan pesawat buatannya di Pinrang, Sulawesi Selatan. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/30/61582-haerul-montir-pinrang-pesawat-dari-barang-bekass.jpg)
Kilas Balik