facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jokowi Kunjungi Hutan Mangrove di Bali, Dulunya Tambak Terbuka

Muhammad Yunus Kamis, 02 Desember 2021 | 15:00 WIB

Jokowi Kunjungi Hutan Mangrove di Bali, Dulunya Tambak Terbuka
Presiden Joko Widodo meninjau Mangrove Conservation Forest di Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, pada Kamis, 2 Desember 2021 [SuaraSulsel.id/Sekretariat Presiden RI]

Mangrove Conservation Forest di Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar

SuaraSulsel.id - Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengawali kunjungan kerjanya di Provinsi Bali dengan meninjau Mangrove Conservation Forest di Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, pada Kamis, 2 Desember 2021.

Kepala Negara mengatakan, hutan mangrove yang disiapkan untuk kunjungan para pemimpin delegasi Group of Twenty (G20) pada 2022 mendatang menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki komitmen yang kuat. Dalam penanganan perubahan iklim.

"Ini akan menunjukkan nantinya keseriusan kita merestorasi hutan mangrove, merehabilitasi hutan mangrove, merestorasi hutan gambut, dan merestorasi lahan-lahan kritis yang ada di negara kita. Saya kira komitmen itu yang ingin kita tunjukkan secara konkret, secara riil di lapangan. Nanti 20 kepala negara akan kita ajak semuanya ke sini,” tutur Presiden Jokowi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dyah Murtiningsih menuturkan rehabilitasi mangrove merupakan bentuk kerja sama dengan berbagai pihak. Dyah optimistis hutan mangrove tersebut akan siap dikunjungi para pemimpin delegasi G20.

Baca Juga: Klaim Siap Atasi Perubahan Iklim, Jokowi Mau Pamer Hutan Mangrove di Bali ke KTT G20

“Kita juga sudah mengundang para ahli untuk membahas terkait persemaian mangrove yang akan kita bangun di sini. Kita optimistis, yakin karena dengan bersama-sama dengan kementerian yang lain juga kita akan bersama-sama membangun. Sehingga pada saatnya pada bulan Oktober kita sudah akan siap untuk menerima kunjungan dari anggota G20,” ucapnya.

Dyah menuturkan, upaya ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia bersungguh-sungguh dalam upaya rehabilitasi mangrove.

“Kalau kita melihat Tahura (Taman Hutan Raya) Ngurah Rai ini dulunya adalah tambak terbuka tahun 1992 dengan upaya yang sangat maksimal sehingga lokasi ini ataupun Tahura ini mangrovenya bisa terbangun dengan baik,” lanjutnya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana saat meninjau hutan mangrove tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Presiden Jokowi Tinjau Fasilitas dan Infrastruktur untuk G20

Baca Juga: Akan Pamerkan Mangrove di Bali, Jokowi Ingin Dunia Tahu Keseriusan Soal Perubahan Iklim

Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Bali. Presiden Jokowi akan meninjau sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang akan digunakan. Pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Sejumlah fasilitas tersebut antara lain Mangrove Conservation Forest, infrastruktur jalan, pedestrian, jembatan, dan sejumlah lokasi di kawasan Nusa Dua.

Sementara itu, pada malam harinya Presiden Jokowi direncanakan akan meninjau Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park yang terletak di Uluwatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi Bali antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait