Melihat Masa Depan Budidaya Tiram Mutiara dan Udang Vaname di Morotai

Budidaya tiram mutiara dan udang vaname di pulau Ngele-Ngele Besar, Morotai Selatan Barat

Muhammad Yunus
Senin, 22 November 2021 | 05:00 WIB
Melihat Masa Depan Budidaya Tiram Mutiara dan Udang Vaname di Morotai
Kepala KSP Moeldoko meninjau budidaya tiram mutiara dan udang vaname di Pulau Morotai, Minggu 21 November 2021 [SuaraSulsel.id/KSP]
Kepala KSP Moeldoko bertemu nelayan tangkap di Morotai, Minggu 21 November 2021 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Kepala KSP Moeldoko bertemu nelayan tangkap di Morotai, Minggu 21 November 2021 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Keluhan Nelayan Tangkap

Selain bertemu dan mendengarkan permasalahan petani holtikultura di zona SP4 desa Dehegila, Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko juga mengunjungi Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) yang berada di desa Daeko Majiko Morotai Selatan.

Sejumlah nelayan yang hadir mengeluhkan soal kurangnya kapal tangkap, sulitnya mendapat pasokan BBM Bersubsidi, dan hadirnya kapal-kapal tangkap ikan besar di perairan Morotai yang berdampak pada hasil tangkap ikan nelayan setempat.

“Saya akan segera kordinasikan dengan kementerian terkait, agar masalah nelayan di sini bisa segera mendapat jalan keluar,” tutur Moeldoko.

Baca Juga:Sensasi Menyelam Bersama Ikan Hiu di Perairan Pulau Mitita

Dalam kesempatan itu, mantan Panglima TNI juga menyerahkan bantuan kapal tangkap kepada sejumlah nelayan di Morotai Selatan. Bantuan yang diinisiasi pemerintah daerah tersebut, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas nelayan yang berdampak pada industri perikanan di kabupaten Pulau Morotai.

“Kapal ini jangan dijual, harus benar-benar digunakan untuk tangkap ikan,” pesan Bupati Pulau Morotai Beny Laos kepada nelayan penerima bantuan kapal tangkap.

Kepala KSP Moeldoko memanen cabai di Pulau Morotai, Minggu 21 November 2021 [SuaraSulsel.id/KSP]
Kepala KSP Moeldoko memanen cabai di Pulau Morotai, Minggu 21 November 2021 [SuaraSulsel.id/KSP]

Petani Cabai Mengeluh

Petani cabai di zona SP4 desa Dehegila kabupaten Pulau Morotai mengadu kepada Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko. Soal terbatasnya alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Serta jalan menuju areal perekebunan yang masih berupa tanah liat.

Baca Juga:Tambak Udang KKP di Aceh Timur Ciptakan Multiplier Effect

“Kami masih butuh traktor untuk mengolah tanah pak. Jalan menuju lahan juga masih begini (berupa tanah liat),” ungkap Imam, petani cabai SP4 desa Dehegila saat mendapat kesempatan berdialog dengan Moeldoko, Minggu (21/11).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini