“Ia tadi saya sudah menerima. Nantinya kita akan minta surat secara tertulis baru kita akan panggil yang bersangkutan,” kata Erauw.
VA mengaku datang ke Kantor DPRD Bitung karena upaya menghubungi HA sejak dirinya diusir dari rumah bulan April 2021 tidak pernah membuahkan hasil.
“Saya hanya ingin ketemu untuk mempertanyakan biaya dua anak kami, karena selama tujuh bulan tidak pernah diberikan,” kata VA kepada sejumlah Wartawan.
Selain itu, dirinya juga ingin bertemu untuk membicarakan status pernikahan mereka karena sudah tujuh bulan pisah ranjang.
Baca Juga:Teman Bus Resmi Beroperasi di Makassar
“Kalau memang mau cerai, mari bicara baik-baik dan bicarakan soal biaya hidup sehari-hari anak-anak. Saya tidak menuntut lain, selain biaya anak-anak tiap bulan,” katanya.
Tuntutan itu kata VA, tidaklah muluk-muluk. Karena setahu dia sebagai Anggota DPRD ada tunjangan untuk istri dan anak. Sehingga dirinya berharap hak itu yang diberikan HA.
“Terus terang, selama dia (HA) menjadi Anggota DPRD, saya tidak pernah merasakan gaji dan tunjangan dari dia. Makanya, saya berusaha bekerja kembali untuk memenuhi kebutuhan bersama anak-anak,” katanya.
Handry Anugerahang saat ditemui di Kantor DPD Partai NasDem Kota Bitung menyatakan tudingan istrinya terkait dengan penelantaran anak tidak benar.
“Padahal pekan lalu itu anak-anak tinggal bersama saya. Bahkan segala macam kebutuhan anak-anak saya diberikan setiap saat. Masa dituduh penelantaran anak,” kata Handry.
Baca Juga:Damkar Makassar Catat Ada 253 Rumah Hangus Terbakar dari Januari Hingga November 2021
Handry juga menilai, laporan istrinya ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Bitung salah kamar.