alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Sulsel Diminta Waspada, Banjir dan Tanah Longsor Mengintai Sejumlah Daerah

Muhammad Yunus Senin, 08 November 2021 | 16:47 WIB

Warga Sulsel Diminta Waspada, Banjir dan Tanah Longsor Mengintai Sejumlah Daerah
Longsor terjadi di Jalan Poros Trans Palopo menuju Toraja. Tepatnya di KM 10, Battang, Senin 8 November 2021 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Jalur Kota Palopo- Kabupaten Tana Toraja terputus. Akibat tertutup longsor.

SuaraSulsel.id - Hujan lebat disertai angin kencang melanda sebagian wilayah di Sulawesi Selatan sejak Sabtu, 6 November 2021. Akibatnya banjir bandang dan longsor terjadi di beberapa daerah.

Laporan terbaru, jalur Kota Palopo- Kabupaten Tana Toraja terputus. Akibat tertutup longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemprov Sulsel Muh Firda mengatakan, longsor terjadi di Jalan Poros Trans Palopo menuju Toraja. Tepatnya di KM 10, Battang. Saat ini akses jalan terputus mengakibatkan macet panjang.

"Kami belum menerima informasi apakah ada korban jiwa, tapi akses jalan terputus. Alat berat sudah berada di lokasi," ujarnya, Senin, 8 November 2021.

Baca Juga: Andi Sudirman: Tahap Pertama Pembangunan Stadion Mattoanging Fokus Lapangan

Ia meminta masyarakat yang hendak bepergian dari Palopo ke Toraja, begitupun sebaliknya agar tetap berhati-hati. Hujan masih terus turun dan longsor sewaktu-waktu bisa terjadi.

"Apalagi kita tahu jalur di sana itu tebing tapi kontur tanahnya lembek sehingga rawan longsor. Kami imbau masyarakat untuk berhati-hati melewati jalur tersebut," tambahnya.

Banjir bandang juga terjadi di Kota Palopo. Kabarnya air masuk hingga ke Rumah Sakit Rampoang. Sebagian panti asuhan juga dilaporkan terendam.

Salah satu relawan BPBD Arjuna mengaku, hujan deras yang tidak berhenti sejak Sabtu lalu mengakibatkan debit air di beberapa anak sungai naik. Setidaknya ada enam titik lokasi banjir di Palopo hingga hari ini.

"Hingga siang ini masih hujan disertai petir. Jika hujan terus menerus, maka lokasi titik banjir dipastikan bertambah," ujarnya.

Baca Juga: Kemenpora Cari Atlet Elite di Sulawesi Selatan

Arjuna menambahkan masyarakat yang bermukim di bantaran sungai saat ini sudah dievakuasi. Jembatan miring di Palopo yang sebelumnya masih bisa dilalui roda dua kondisinya juga semakin parah. Retakan baru muncul di bagian tengah konstruksi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait