Mahfudz Siddiq Minta Pengeras Suara Masjid Dikecilkan, Dapat Serangan Balik Mengejutkan

Kultur ummat Islam Indonesia adalah berada di tengah-tengah atau moderat

Muhammad Yunus
Senin, 18 Oktober 2021 | 09:36 WIB
Mahfudz Siddiq Minta Pengeras Suara Masjid Dikecilkan, Dapat Serangan Balik Mengejutkan
Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfudz Siddiq [SuaraSulsel.id / Istimewa]

SuaraSulsel.id - Penyimpangan dari prinsip ummatan wasathan terjadi bukan hanya karena faktor politik, tetapi faktor pemahaman. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfudz Siddiq mengatakan.

Menurut Mahfudz Siddiq, kultur umat Islam Indonesia adalah berada di tengah-tengah atau moderat (ummatan wasathan).

Terkait faktor pemahaman, Mahfudz Siddiq mencontohkan, pengalaman tiga tahun lalu, ketika ia meminta pengurus musala atau masjid dekat rumahnya mengecilkan volume pengeras suara. Karena di rumahnya ada balita sakit.

"Namun isu yang muncul kemudian adalah ada 'orang politik' yang melarang azan di musala, isu yang membuat saya harus memberi klarifikasi," ujar Mahfudz Siddiq, dalam rilisnya Minggu 17 Oktober 2021.

Baca Juga:LBH Makassar: Pelaporan Narasumber Berita ke Polda Sulsel Salah Alamat

Persoalan pengeras suara itu, lanjut dia, menunjukkan dalam ummatan wasathan, diperlukan pemahaman keislaman yang baik. Misalnya suatu musalah dengan speaker yang bersuara kencang itu ada di sebuah kampung yang cuma berisi 20 rumah dengan jarak berjauhan, maka hal itu baik.

"Namun bila kampung itu sudah berisi 200 keluarga dan gang-gang di situ sudah sempit, maka speaker yang kencang justru akan mengganggu sendi-sendi kehidupan. Ini satu contoh, betapa faktor pemahaman keislaman yang baik itu sangat penting," tandasnya.

Karena itu, Mahfudz berharap agar umat Islam dapat memahani konsep Ummatan Wasathan di tengah-tengah masyarakat agar diterima oleh semua pihak, dan tidak terpengaruh oleh politisasi agama kelompok tertentu.

"Jadi bila kita mau membangun masyarakat yang Ummatan Wasathan, maka kebaikan dan keadilan atau keseimbangan harus menjadi nilai dan orientasi kita bersama," pungkas Mahfudz Siddiq.

Ekstrimisme Pemikiran dan Sikap Beragama yang Salah

Baca Juga:AJI Makassar: Polda Sulsel Tak Profesional Terima Laporan Sengketa Pemberitaan

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfudz Siddiq mengatakan, kultur ummat Islam Indonesia adalah berada di tengah-tengah atau moderat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini