SuaraSulsel.id - Perempuan IMS korban dugaan pemerkosaan. Berprofesi sebagai marketing di salah satu perusahaan investasi mengatakan, pernah mengajak SS untuk berinvestasi. SS setuju dengan janji investasi Rp50 juta.
Dari situlah kejadian pelecehan dan dugaan pemerkosaan bermula. SS mengajak IMS bertemu di salah satu hotel di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.
Ia meminta IMS datang menemuinya. Mengambil uang investasi yang dijanjikan. Alasannya, IMS sedang menginap di hotel tersebut.
Namun, sesampainya di hotel, IMS diajak ke kamar. IMS mengaku tak menaruh curiga sama sekali sebab cukup akrab dengan SS.
Baca Juga:Ayah di Mandailing Natal Cekoki Anak Kandung Film Porno Lalu Diperkosa
"Kami berada di satu partai yang sama," ujar IMS.
Apalagi dari bentuk tampangnya, kata IMS, SS cukup religius. IMS kemudian menurut dan mereka bertemu di kamar hotel.
"Dia bilang gak enak kalau (transaksi) di lobi karena uang banyak," kata IMS menirukan percakapannya dengan SS.
Sesampainya di kamar, IMS kemudian menginstal aplikasi trading yang dimaksud di HP SS. Sembari menjelaskan soal manfaat investasi tersebut. Saat itulah SS melakukan aksi tak senonohnya.
Dia mengerayangi IMS. Parahnya, uang yang dijanjikan Rp50 juta ternyata tidak ada.
Baca Juga:Kekerasan Seksual di Rumah: Ayah Pancing Putri Kandungnya dengan Film Porno
"Uangnya tidak siap saat itu," tuturnya.