Karyawan Indomaret lainnya mengaku beberapa hari yang lalu Daeng Cayya mengaku jatuh di selokan. Karena penglihatannya sudah tidak terlalu normal.
"Saat itu hujan deras. Jadi saya bawa mi masuk ke dalam, bersihkan semua yang luka. Dia jatuh di depan selokan BCA," ungkapnya.
Saat itu Daeng Cayya langsung masuk ke tokoh dengan penuh lumpur. Karyawan Indomaret kemudian membantu membersihkan lukanya.
Dokter yang memeriksa kondisi Daeng Cayya mengaku Daeng Cayya sudah tiga kali dirawat di rumah sakit Khusus Dadi Makassar.
Baca Juga:Murka! Kabba Nekat Bakar Mimbar Masjid Gara-gara Sakit Hati Dilarang Tidur
![Nenek yang berprofesi sebagai juru parkir, Asriani Daeng Caya menjadi korban penganiayaan [SuaraSulsel.id / Instagram Sayap Hati]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/23/13989-juru-parkir.jpg)
Pengakuan Anak dan Menantu
Anak Daeng Cayya yang sempat ditemui penyidik mengaku ibunya memang sempat dirawat di RSKD Dadi pada tahun 2015. Rumah sakit khusus orang dengan gangguan jiwa. Bahkan tahun lalu, ia cukup lama dirawat disana.
"Pernah memang dirawat di rumah sakit. Pertama tahun 2015. Satu tahun yang lalu, satu bulan di dalam," ungkap salah satu anaknya.
Anaknya menduga penyakit Daeng Cayya kambuh lagi. Makanya seperti ngelantur.
"Saya bilang mau makan apa, mau bubur? Dia bilang, tidak mauja. Muracunika. Ini lagi kambuh makanya melantur," tambahnya.
Baca Juga:Tiga Kejadian Menggemparkan Termasuk Pembakaran Mimbar, Mahfud MD: Biar Hakim Memutuskan
Menantu Daeng Cayya menambahkan, ibu mertuanya mengidap gangguan jiwa. Jika kambuh terkadang melakukan hal-hal aneh.