facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Dengar Suara Tangisan Anak Dalam Rumah, Saat Diperiksa Matanya Dicongkel Orang Tua

Muhammad Yunus Minggu, 05 September 2021 | 09:56 WIB

Warga Dengar Suara Tangisan Anak Dalam Rumah, Saat Diperiksa Matanya Dicongkel Orang Tua
Anak perempuan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dievakuasi ke Rumah Sakit. Diduga menjadi korban aliran sesat yang dilakukan oleh orang tuanya [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Diduga korban aliran sesat

SuaraSulsel.id - Seorang anak perempuan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dievakuasi ke Rumah Sakit. Diduga menjadi korban aliran sesat yang dilakukan oleh orang tuanya.

Forum Pemerhati Masalah Perempuan Sulsel, Alita Karen mengatakan, dari informasi yang diterima, saat ini korban masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Gowa. Akibat mengalami luka congkel pada bagian matanya, pada Jumat 4 September 2021.

"Yang pasti korban sudah dibawa ke rumah sakit. Untuk sementara matanya sudah ditangani oleh dokter. Masih di rumah sakit untuk sementara," kata Alita saat dikonfirmasi SuaraSulsel.Id, Sabtu 4 September 2021.

Menurut Alita, pelaku tertangkap basah saat mencongkel mata anak perempuan tersebut. Hal ini terjadi karena para tetangga yang tidak jauh dari lokasi kejadian mendengar suara tangisan korban. Sehingga menarik perhatian.

Baca Juga: Ingin Tingkatkan Percaya Diri Anak? Yuk Ajak Ikut Kompetisi Menari

Alita belum mengetahui berapa jumlah pelaku yang mencongkel salah satu mata korban. Namun, para pelaku ada yang berperan untuk memegang tangan kiri dan kanan. Sedangkan, pelaku lainnya lagi yang diduga sebagai ibu korban berperan untuk mencongkel mata korban. Tanpa menggunakan benda tajam seperti pisau melainkan dengan tangan kosong.

"Kan baru satu itu yang dicongkel terus sementara masih proses pencongkelan itu masuk tetangganya menyerbu ke dalam kan. Karena anak itu berteriak, menangis. Sehingga menarik perhatiannya orang di sebelah rumah. Jadi langsung ditarik bawa keluar," kata dia.

"Ada yang memegang itu kiri kanan. Kemudian mungkin itu mamanya yang cungkil. Orang tuanya," tambah Alita.

Alita menduga bahwa peristiwa pencongkelan mata yang dialami korban itu terjadi bukan karena menjadi korban pesugihan. Tetapi karena para pelaku menganut aliran sesat, sehingga berhalusinasi saat mendengar bisikan mahluk gaib.

"Kalau saya sebetulnya tidak bisa menjawab kalau itu korban pesugihan. Tapi yang pasti mereka sepertinya menganut suatu aliran, entah itu aliran seperti apa atau dalam kondisi yang sangat-sangat depresi. Sehingga mereka kemudian seperti berhalusinasi. Mendegar suara, apa yang harus kamu lakukan. Begini kamu harus melakukan. Jadi itu ritual seperti ritual penyembahan terhadap sesuatu. Kita belum tahu apakah itu pesugihan atau tidak, tapi bisa saja untuk mendapatkan ilmu-ilmu menurut mereka. Dan harus melewati ritual itu. Jadi kalau mau bilang pesugihan saya belum berani mamastikan. Tapi kalau ritual untuk sesuatu mungkin," beber Alita.

Baca Juga: Kini Berkembang Pesat, Usaha Pastel yang Dimulai Sambil Momong Anak Ini Bikin Salut

Para pelaku yang melakukan aksi pencongkelan mata itu, kata Alita, langsung diserahkan ke polisi. Setelah tertangkap basah melakukan aksi pencongkelan mata tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait