Kisah Humas IDI Makassar Alami Badai Sitokin : Seperti Diiris-iris Pisau dan Sesak

Saat mengalami badai sitokin karena terpapar virus corona

Muhammad Yunus
Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:43 WIB
Kisah Humas IDI Makassar Alami Badai Sitokin : Seperti Diiris-iris Pisau dan Sesak
Dokumentasi : Wachyudi Muchsin saat ujian magister kesehatan di Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) secara virtual dari ruang perawatan rumah sakit / [SuaraSulsel.id / Istimewa]

"Saya rasakan bagaimana tersiksanya pas kedua kalinya. Siksanya luar biasa karena ada fase seluruh tubuh diiris-iris kayak pisau," ujar Yudi, Selasa, 24 Agustus 2021.

Gejala lain adalah demam tinggi hingga 40°C. Kemudian sesak, yang seperti tenggelam.

"Itu bersamaan semua. Sesak, demam dan sakit badan. Ini yang saya rasa," ujarnya.

Kata Yudi, gejala awalnya hanya demam biasa. Kurang lebih lima hari. Kemudian memburuk setelahnya.

Baca Juga:Tak Hanya Tolong Deddy Corbuzier, Dokter Gunawan Banyak Bantu Pasien Kurang Mampu

Yudi saat itu langsung dipasangi high flow nasal cannula (HFNC) atau alat terapi oksigen karena kondisinya yang terus memburuk. Yudi juga tak yakin bisa bertahan hidup setelah melalui fase sulit tersebut.

"Saturasi oksigen saya hanya di 80. Saya mengalami paru-paru yang namanya Pneumonia bilateral luas. Paru-paru saya sudah putih semua. Artinya virus sudah menyelimuti paru-paru saya," jelas Yudi.

Menurutnya, salah satu yang membuatnya bertahan adalah hasil donor plasma konvaselen. Yudi pun saat ini menjadi relawan donor konvaselen bagi para pasien Covid-19 yang parah.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Baca Juga:Pelajaran Berharga dari Kasus Deddy Corbuzier Positif COVID-19

REKOMENDASI

News

Terkini